Penulis : Redaksi

RAHA, MITRANUSANTARA.ID  – Gerakan pengembangan jagung kuning yang diinisiasi Bupati dan Wakil Bupati Muna, Bachrun Labuta dan La Ode Asrafil Ndoasa, mulai menampakkan hasil nyata. Tidak hanya petani, kalangan jurnalis di daerah itu kini ikut ambil bagian mengelola lahan pertanian dan membuktikan hasilnya.

Melalui pendampingan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP), penyuluh pertanian, serta dukungan Polsek Tampo Polres Muna, para wartawan yang tergabung dalam Kelompok Tani Perjuangan mengolah lahan tidur seluas 1,5 hektare di Desa Labunti, Kecamatan Lasalepa.

Di atas lahan tersebut, mereka menanam jagung kuning dengan sistem tumpang sari bersama kacang tanah dan aneka sayuran. Setelah kurang lebih tiga bulan masa tanam, hasil panen mulai dipetik.

Panen perdana musim tanam November 2025–Februari 2026,  dihadiri langsung oleh Bupati Muna, Ketua TP PKK Sitti Leomo, jajaran kepala OPD, serta Kapolsek Tampo Amran.

Dalam kesempatan itu, Bachrun menyampaikan apresiasi atas inisiatif para wartawan yang mampu membagi waktu antara tugas jurnalistik dan aktivitas bertani. Menurutnya, langkah tersebut menjadi pesan kuat bahwa sektor pertanian terbuka untuk siapa saja.

Baca Juga  Kampung Nelayan Merah Putih Didirikan di Kabupaten Muna, Fokus Dorong Ekonomi Pesisir

“Panen kali ini terasa istimewa. Yang menanam bukan petani, tetapi wartawan. Ini bukti bahwa tidak ada alasan untuk gengsi bertani,” ujarnya. Jumat (27/02/2026)

Ia mengajak masyarakat memanfaatkan lahan kosong yang dimiliki agar lebih produktif dan bernilai ekonomi. Pemerintah daerah, kata dia, terus mendorong penguatan sektor pertanian sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat.

Bachrun juga mengungkapkan, produksi jagung kuning di wilayah Muna menunjukkan perkembangan signifikan. Di Desa Wansugi, Kecamatan Kabangka, petani mandiri bahkan mampu menghasilkan hingga delapan ton dalam satu musim tanam.

Ketua Kelompok Tani Wartawan, Naryo Kinong, menuturkan perjalanan mereka tidak selalu mulus. Lahan mulai diolah sejak akhir 2024, dan pada awal 2025 mereka sempat mencoba menanam jagung putih serta nilam, namun mengalami kegagalan.

Belajar dari pengalaman itu, mereka beralih ke jagung kuning yang menjadi program prioritas Pemkab Muna dan sejalan dengan kebijakan nasional Presiden Prabowo Subianto.

“Awalnya kami ragu karena pernah gagal. Tapi setelah mencoba lagi, hasilnya cukup memuaskan,” kata Naryo.

Baca Juga  Polemik Pilkades Masalili Berujung Pemberhentian PPKD, BPD Ambil Alih Kendali

Dari sekitar setengah hektare lahan yang ditanami jagung kuning, kelompok ini berhasil memanen kurang lebih dua ton. Hasil panen tersebut langsung terserap pasar dengan harga Rp6.000 per kilogram.

Ke depan, mereka berencana memperluas areal tanam jagung hingga 1,5 hektare penuh dengan pola tumpang sari kacang tanah dan labu. Penanaman ulang dijadwalkan setelah Lebaran, dengan bibit yang telah disiapkan.

Sementara itu, Kapolsek Tampo Ipda Amran menyatakan dukungan penuh terhadap aktivitas pertanian yang digeluti para wartawan. Pihaknya siap mendampingi mulai dari proses tanam hingga panen sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan daerah.

Laporan : Baharuddin

Visited 14 times, 14 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow