KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Puuwatu, Kota Kendari, mendapat perhatian langsung dari Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kementerian Dalam Negeri.
Tim Bangda Kemendagri bersama Pemerintah Kota Kendari turun langsung meninjau fasilitas pengelolaan sampah di kawasan TPAS Puuwatu, Kamis (27/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari proses persiapan Kota Kendari mengikuti Local Service Delivery Improvement Project (LSDP).
Peninjauan lapangan dilakukan setelah sebelumnya Pemkot Kendari dan tim Bangda membahas progres kesiapan program LSDP. Kunjungan dimaksudkan untuk mencocokkan kondisi faktual dengan sejumlah indikator kesiapan yang harus dipenuhi pemerintah daerah.
Tim Bangda didampingi Wakil Wali Kota Kendari Sudirman, Kepala Bappeda Kota Kendari Muh. Syaiful, Kepala Dinas PUPR Muh. Jayadi serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Erlis Sadya Kencana bersama jajaran teknis.
Sejumlah fasilitas menjadi sasaran peninjauan, di antaranya area pembuangan sampah, jembatan timbang, sumur bor hingga fasilitas pengolahan yang menghasilkan gas metan.
Dari berbagai fasilitas tersebut, pemanfaatan gas metan menjadi salah satu hal menarik dalam kunjungan. Gas yang dihasilkan dari proses pengolahan sampah tersebut tidak sekadar dilepaskan, tetapi telah dimanfaatkan sebagai sumber energi.
Pemanfaatan energi dari sampah itu bahkan diperlihatkan secara langsung kepada rombongan. Kunjungan lapangan ditutup dengan menikmati pisang goreng yang proses memasaknya menggunakan energi dari gas metan hasil pengolahan sampah di kawasan Puuwatu.
Hal tersebut menunjukkan bahwa sampah yang selama ini dipandang sebagai persoalan lingkungan dapat diolah menjadi sumber energi yang memiliki manfaat produktif.
Wakil Wali Kota Kendari Sudirman mengapresiasi kunjungan Bangda Kemendagri. Menurutnya, peninjauan langsung menjadi penting karena memberikan gambaran mengenai kondisi pengelolaan sampah sekaligus berbagai kebutuhan yang masih harus diperkuat.
“Peninjauan ini memberikan gambaran nyata mengenai kondisi di lapangan. Berbagai catatan yang diperoleh tentu akan menjadi bahan bagi kami untuk segera ditindaklanjuti,” kata Sudirman.
Wakil Wali Kota memastikan perangkat daerah terkait akan menindaklanjuti hasil kunjungan tersebut, terutama terhadap aspek-aspek yang masih membutuhkan penguatan dalam rangka memenuhi kesiapan program LSDP.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Kendari Muh. Syaiful mengungkapkan, pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp24 miliar untuk pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Puuwatu pada 2027.
Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari mengubah sistem pengelolaan sampah agar lebih terpadu. Pengembangan TPST juga diharapkan mampu mengurangi beban TPAS sekaligus meningkatkan pemanfaatan sampah yang masih memiliki nilai guna.
Langkah pembenahan tidak hanya dilakukan di kawasan TPAS. Pemkot Kendari juga mulai menggerakkan ASN untuk mengumpulkan sampah, menjalankan pilot project pengelolaan sampah di Kecamatan Kadia serta mendorong pembentukan Lembaga Pengelola Sampah (LPS) di setiap kecamatan.
Rangkaian upaya tersebut menunjukkan bahwa transformasi pengelolaan sampah Kendari mulai diarahkan dari sekadar membuang sampah menjadi mengolah dan memanfaatkannya.
Dengan dukungan program LSDP, rencana pembangunan TPST 2027 dan penguatan pengelolaan sampah dari tingkat masyarakat, Pemkot Kendari berharap kawasan Puuwatu dapat berkembang menjadi bagian dari sistem persampahan yang lebih modern, produktif dan berkelanjutan.
Penulis: Sumarlin



