KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Pemerintah Kota Kendari terus mematangkan persiapan pelaksanaan Local Service Delivery Improvement Project (LSDP), khususnya program pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di kawasan TPA Puuwatu.
Pembahasan progres persiapan program tersebut digelar bersama Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kementerian Dalam Negeri, Bappenas dan tim LSDP di Ruang Rapat Wali Kota Kendari, Kamis (27/8/2026).
Pertemuan difokuskan pada pemenuhan sejumlah indikator dan kelengkapan yang diperlukan agar program dapat berjalan sesuai target.
Wakil Wali Kota Kendari Sudirman menyampaikan apresiasi kepada tim Bangda Kemendagri dan Bappenas yang datang untuk memberikan pendampingan kepada Pemerintah Kota Kendari. Menurutnya, dukungan tersebut sangat penting untuk memastikan pembangunan TPST di Kota Kendari dapat berjalan baik dan maksimal.
“Atas nama Pemerintah Kota Kendari, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan ini. Mudah-mudahan agenda kita ini ke depannya terus berjalan dan sesuai dengan apa yang kita harapkan,” ujar Sudirman.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan Bangda Kemendagri, Kelvin, menjelaskan terdapat 21 indikator yang menjadi bagian dari proses penilaian dan verifikasi persiapan program LSDP. Dari jumlah tersebut, sebanyak 11 indikator telah dinyatakan clear atau terpenuhi.
Sementara 10 indikator lainnya masih membutuhkan kelengkapan. Namun, kondisi tersebut bukan berarti indikator dinyatakan gagal, melainkan pemerintah daerah masih perlu melengkapi sejumlah bukti fisik, dokumen maupun memberikan konfirmasi dan penjelasan dalam proses desk serta kunjungan lapangan.
“Pada intinya, di sini kami tidak melakukan penilaian, akan tetapi melakukan pendampingan,” kata Kelvin.
Beberapa catatan yang masih perlu dilengkapi antara lain menyangkut kelembagaan, regulasi, tarif, lahan dan lingkungan. Tim Bangda mencatat Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) TPA telah dibentuk dan menjalankan fungsi operasional. Penerapan PPK-BLUD juga telah berjalan, sehingga sejumlah persyaratan tersebut tinggal diperkuat dengan evidence dan penjelasan.
Aspek lain yang menjadi perhatian adalah ketersediaan sumber air di lokasi TPA, termasuk keberadaan sumur untuk kebutuhan pembersihan dan perawatan serta konfirmasi terkait sambungan PDAM. Kondisi lahan, akses dan proses pematangan lahan juga akan dikonfirmasi lebih lanjut melalui pembahasan teknis dan kunjungan lapangan.
Wakil Wali Kota Kendari Sudirman mengatakan hasil pembahasan tersebut akan menjadi catatan bagi Pemkot Kendari untuk segera menindaklanjuti kekurangan yang masih ada. Ia meminta perangkat daerah terkait, khususnya Bappeda dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), mempercepat penyelesaian setiap kebutuhan dokumen maupun data.
“Kalau ada yang belum tuntas menjadi catatan bagi kita, saya juga bisa menyampaikan ke pimpinan, Ibu Wali, supaya bisa difollow up lebih maksimal lagi,” katanya.
Kepala Bappeda Kota Kendari Muh Saiful menambahkan, Pemkot Kendari telah menyiapkan dukungan anggaran sebesar Rp24 miliar pada 2027 untuk pembangunan TPST Puuwatu.
Selain pembangunan infrastruktur, Pemkot Kendari juga mulai mendorong keterlibatan masyarakat dan aparatur dalam pengurangan sampah dari sumbernya. Program pengumpulan sampah oleh ASN, misalnya, telah menghasilkan sekitar dua ton sampah pada minggu pertama pelaksanaannya.
Rangkaian pembahasan LSDP selanjutnya dilanjutkan melalui desk teknis bersama OPD terkait. Tim Bangda Kemendagri dan Pemkot Kendari juga dijadwalkan meninjau langsung kondisi lapangan untuk memastikan sejumlah indikator yang masih membutuhkan konfirmasi.
Dengan 11 dari 21 indikator telah dinyatakan clear, Pemkot Kendari kini fokus menyelesaikan 10 indikator tersisa. Langkah tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan rencana pembangunan TPST Puuwatu dapat berjalan sesuai tahapan dan mendukung pembenahan sistem pengelolaan sampah di Kota Kendari.
Penulis: Sumarlin



