Penulis : Redaksi

KENDARI, MITRANUSANTARA.ID– Pemerintah Kota Kendari terus memperkuat upaya pengendalian inflasi sekaligus ketahanan pangan melalui gerakan pemanfaatan lahan kosong dan pekarangan. Salah satunya dilakukan dengan penanaman cabai di lahan percontohan Dinas Pertanian Kota Kendari, Jumat (21/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Kendari Bertanam yang diarahkan untuk meningkatkan produksi pangan, mengoptimalkan lahan yang tersedia serta mengurangi ketergantungan Kota Kendari terhadap pasokan pangan dari daerah lain.

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran mengatakan, meski Kendari bukan daerah yang mampu memproduksi kebutuhan pangan secara utuh, berbagai upaya tetap harus dilakukan agar ketergantungan terhadap daerah lain dapat ditekan.

“Ini adalah upaya kita mengendalikan inflasi dan juga meningkatkan produksi pangan serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia. Kita memperkuat ketahanan pangan di Kota Kendari,” ujar Siska.

Menurutnya, pengendalian harga cabai menjadi salah satu perhatian pemerintah. Saat ini harga cabai rawit di Kota Kendari hampir mencapai Rp70 ribu per kilogram, sedangkan cabai keriting berada di kisaran Rp57 ribu per kilogram.

Baca Juga  DPP Hanura Setujui 15 Calon Ketua DPC se-Sultra Ini Namanya

Kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk mengambil langkah konkret dengan meningkatkan produksi komoditas pangan yang dapat dikembangkan di dalam kota.

Siska juga menyebut inflasi Kota Kendari sempat berada pada angka 5,18 persen pada Juni. Angka tersebut kemudian mengalami penurunan pada Juli setelah pemerintah melakukan berbagai intervensi untuk menjaga stabilitas harga.

Ia menegaskan, pengendalian inflasi tidak hanya menjadi tugas satu perangkat daerah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh OPD dan masyarakat.

Karena itu, Siska meminta lahan-lahan kosong di lingkungan perkantoran pemerintah dimanfaatkan untuk menanam berbagai komoditas pangan, termasuk cabai.

Menurutnya, pemanfaatan pekarangan memiliki banyak manfaat. Selain membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga, tanaman juga dapat membuat lingkungan lebih hijau, asri dan memberikan dampak positif bagi suasana psikologis.

“Saya ingin memberikan pelajaran dan edukasi bahwa kita sebagai pemerintah mengeluarkan kebijakan, memberikan arahan kepada masyarakat, lalu kita sendiri tidak mengerjakan, apakah itu bagus? Kan tidak,” katanya.

Siska bahkan mengaku telah memanfaatkan lahan di sekitar kompleks perkantoran untuk menanam sayuran dan mengembangkan budidaya ikan sistem bioflok. Ia berharap langkah tersebut menjadi contoh bagi jajaran pemerintah untuk melakukan hal serupa di lingkungan kantor masing-masing.

Baca Juga  Hasil Pleno KPU Kota Kendari di 10 Kecamatan, Siska Sudirman Menang di 4 Kecamatan

“Kalau ada polybag, pot, atau apa saja yang ada space-nya, bisa kita manfaatkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari Imran Ismail mengatakan, penanaman cabai tersebut merupakan bagian dari program pemanfaatan lahan Kendari Bertanam Tahun Anggaran 2026.

Menurutnya, lahan percontohan tersebut sebelumnya telah beberapa kali ditanami jagung, namun hasilnya belum optimal. Dinas Pertanian kemudian melakukan pengolahan lahan menggunakan teknologi sederhana, mulai dari pengolahan tanah, pembuatan bedengan hingga pemasangan mulsa.

Penggunaan mulsa dan pelindung dari bambu dilakukan untuk membantu menjaga kondisi tanaman cabai dari paparan panas secara langsung.

Selain penanaman cabai, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian kepada petani dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Kecamatan Baruga berupa satu unit traktor roda empat dan traktor roda dua.

Imran mengatakan, bantuan tersebut merupakan perhatian Menteri Pertanian setelah bencana banjir yang melanda Kota Kendari. Sejumlah bantuan tambahan juga telah dikonfirmasi akan menyusul, di antaranya traktor roda empat, traktor roda dua, pompa air dan sprayer elektrik.

Baca Juga  YASJATI Gelar Pelantikan Pengurus Daerah dan National Talkshow, Bahas Masa Depan Program Makan Bergizi Gratis

Dinas Pertanian juga mendapat dukungan pembangunan jaringan irigasi dari Kementerian Pekerjaan Umum berupa jaringan irigasi air tersier di tujuh lokasi serta rehabilitasi jaringan irigasi di Amohalo.

Dukungan tersebut diharapkan semakin memperkuat produktivitas pertanian sekaligus menopang program pengendalian inflasi dan ketahanan pangan Kota Kendari.

Melalui gerakan Kendari Bertanam, Pemkot Kendari berharap pemanfaatan lahan  berkembang menjadi gerakan bersama yang dilakukan pemerintah, masyarakat dan kelompok tani untuk menciptakan pangan mandiri dan menekan biaya kebutuhan sehari-hari.

Penulis: Sumarlin

Visited 55 times, 55 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow