Penulis : Redaksi

KENDARI, MITRANUSANTARA.ID  – Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) di Kota Kendari menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dengan membersihkan sisa ban terbakar bekas aksi unjuk rasa mahasiswa di perempatan Kantor Kejaksaan Negeri Kendari, Senin (15/6/2026).

Di saat suasana demonstrasi mulai berakhir dan massa membubarkan diri, para pengemudi ojol justru memilih bertahan di lokasi. Mereka bergotong royong membersihkan abu hitam, kawat ban, serta sisa karet yang menempel di badan jalan akibat pembakaran ban saat aksi berlangsung.

Dengan peralatan seadanya, para pengemudi terlihat memungut serpihan kawat dan menyapu sisa pembakaran yang berserakan di atas aspal. Beberapa di antaranya menggunakan sarung tangan dan kardus bekas untuk mengumpulkan material yang dapat membahayakan pengguna jalan.

“Kita datang untuk menuntut hak, bukan untuk merusak kota,” ujar salah seorang pengemudi ojol saat ikut membersihkan lokasi.

Aksi spontan tersebut mendapat perhatian masyarakat yang melintas. Di tengah aroma karet terbakar yang masih menyengat, para pengemudi bekerja sama mengembalikan kondisi jalan agar kembali bersih dan aman digunakan.

Baca Juga  Dukung Ketahanan Pangan, Distan Kendari Dampingi Penanaman Jagung di Lapas

Mereka mengaku kegiatan itu dilakukan bukan sekadar untuk membersihkan jalan, tetapi juga sebagai bentuk edukasi kepada para demonstran agar tidak lagi menjadikan pembakaran ban sebagai bagian dari aksi unjuk rasa.

Menurut mereka, asap hasil pembakaran ban dapat berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat serta mencemari lingkungan. Selain itu, sisa pembakaran yang tertinggal di jalan berpotensi mengganggu keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan lainnya.

“Kami berharap ke depan kalau ada aksi demonstrasi tidak perlu lagi membakar ban karena tidak baik untuk kesehatan dan mengganggu pengguna jalan,” kata salah seorang pengemudi ojol.

Para pengemudi ojol juga berharap setiap kegiatan demonstrasi tetap memperhatikan kepentingan masyarakat luas. Mereka meminta agar peserta aksi tidak menutup akses jalan secara total karena dapat menghambat aktivitas warga, termasuk pengemudi ojol yang menggantungkan penghasilan dari mobilitas di jalan raya.

“Kami menghormati hak menyampaikan pendapat di muka umum, tetapi kami juga berharap saat demo jangan sampai menghalangi jalan bagi teman-teman ojol maupun pengguna jalan lainnya,” ujarnya.

Baca Juga  Ramadan Sultra Fest 2026 Resmi Dimulai Dorong UMKM Go Digital

Untuk mempercepat proses pembersihan, sebuah kendaraan tangki air turut diterjunkan ke lokasi, air tandon dibeli dari hasil patungan mereka. Air bertekanan tinggi disemprotkan ke permukaan jalan yang menghitam akibat pembakaran ban. Sementara itu, sejumlah pengemudi ojol menggunakan sapu dan alat pembersih untuk mengikis sisa karet yang melekat di aspal.

Perlahan, noda hitam bekas pembakaran mulai memudar. Jalan yang sebelumnya dipenuhi abu dan serpihan ban kembali terlihat bersih. Para pengemudi mengaku tidak ingin pekerjaan tambahan tersebut menjadi beban petugas kebersihan kota.

Bagi mereka, menjaga kebersihan fasilitas publik merupakan tanggung jawab bersama. Jalan raya yang setiap hari mereka lalui untuk mencari nafkah harus tetap terjaga demi kenyamanan seluruh masyarakat.

Menjelang sore hari, seluruh sisa pembakaran berhasil dibersihkan. Arus lalu lintas kembali normal dan lokasi yang sebelumnya menjadi titik aksi unjuk rasa kembali tertata rapi.

Aksi sederhana para pengemudi ojol ini menjadi pesan bahwa menyampaikan aspirasi dapat dilakukan tanpa mengabaikan kepedulian terhadap lingkungan. Di balik perjuangan mencari keadilan dan kesejahteraan, mereka juga menunjukkan tanggung jawab sebagai warga kota yang peduli terhadap kebersihan dan ketertiban ruang publik.

Baca Juga  Rangkain HUT Kota Kendari ke 193 Mulai Digelar 2 Mei

Penulis: Sumarlin

Visited 1 times, 1 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow