KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Kendari menyisakan tumpukan sampah dan material kayu di berbagai titik aliran sungai. Di Jalan Bunggasi Kelurahan Wundumbatu, samping rumah sakit Aliyah, warga terlihat bergotong royong membersihkan sampah yang terbawa arus deras akibat hujan lebat, Minggu (10/5/2026).
Tumpukan sampah terlihat memenuhi pinggiran saluran air dan sebagian badan jalan. Material yang menumpuk didominasi batang bambu, ranting pohon, daun kering, hingga potongan kayu yang hanyut dari wilayah hulu sungai.
Air sungai tampak keruh dengan arus yang masih cukup deras, menandakan hujan dengan intensitas tinggi baru saja mengguyur kawasan tersebut. Kondisi itu membuat warga bergerak cepat agar tumpukan sampah tidak menyumbat aliran air dan memperparah banjir di lingkungan permukiman.
Dengan menggunakan peralatan seadanya, warga bahu-membahu mengangkat sampah dari pinggir sungai ke tepi jalan. Aktivitas warga dan kendaraan sempat terganggu akibat tumpukan sampah.
Setelah berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan, Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas PUPR langsung menurunkan alat berat dan truk pengangkut untuk membantu proses pembersihan.
Plt Kepala Dinas PUPR Kota Kendari, Muhammad Jayadi, mengatakan pihaknya mengerahkan alat berat untuk mempercepat pengangkutan sampah dan material kayu yang menumpuk di badan jalan maupun pinggir saluran air.

Sampah yang telah dikumpulkan warga kemudian diangkat menggunakan alat berat ke dalam truk untuk dibawa keluar dari lokasi.
“Kami menurunkan alat berat dan truk agar penanganan sampah bisa lebih cepat, terutama material kayu dan bambu yang cukup banyak menutup badan jalan dan aliran air,” ujar Jayadi.
Menurutnya, langkah cepat dilakukan untuk mencegah penyumbatan yang dapat memicu banjir lebih besar di kawasan permukiman warga. Tak hanya di Kelurahan Wundumbatu, Dinas PUPR menurunkan sejumlah aramadanya untuk membantu penangan banjir disejumlah titik di Kota Kendari.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat tetap menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke saluran air, terutama saat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di Kota Kendari.
Penulis: Sumarlin


