Penulis : Redaksi

KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Layanan Call Center 112 Kota Kendari terus menunjukkan peran strategis sebagai garda terdepan pengaduan masyarakat. Sepanjang periode 1–31 Desember 2025, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kendari mencatat sebanyak 3.613 panggilan masuk dari masyarakat melalui layanan darurat tersebut .

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.764 panggilan dinyatakan valid dan dapat ditindaklanjuti, sementara 849 panggilan lainnya tergolong tidak valid atau prank. Data ini menunjukkan tingginya tingkat pemanfaatan layanan 112 oleh warga dalam melaporkan berbagai persoalan publik yang terjadi di lingkungan sekitar mereka.

Selain panggilan masuk, petugas call taker juga mencatat sebanyak 180 tiket laporan kejadian yang diteruskan ke instansi terkait. Dari jumlah itu, 121 laporan atau sekitar 67 persen telah selesai ditindaklanjuti, sedangkan 59 laporan lainnya masih dalam proses penanganan hingga akhir Desember 2025.

Berdasarkan klasifikasi jenis kejadian, aduan paling banyak didominasi persoalan lingkungan dan infrastruktur dasar. Laporan bak sampah penuh tercatat menjadi salah satu aduan terbanyak yang masuk, khususnya di sejumlah kecamatan seperti Kendari Barat, Mandonga, Kadia, Poasia, dan Kambu. Selain itu, gangguan listrik PLN, kerusakan lampu penerangan jalan umum (LPJU), serta permintaan penebangan pohon juga menjadi laporan yang cukup mendominasi sepanjang bulan tersebut .

Baca Juga  Pemkot Kendari Gelar Pelatihan Anyaman Nentu, Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Global

Tak hanya persoalan lingkungan, Call Center 112 juga menerima laporan kejadian darurat lain seperti kebakaran rumah, kecelakaan tunggal, tawuran pelajar, gangguan ketertiban umum, hingga permintaan ambulans dan penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Seluruh laporan tersebut diteruskan ke instansi teknis terkait, mulai dari DLHK, PLN, Dishub, BPBD, Damkar, Dinsos, hingga aparat kepolisian dan kecamatan setempat.

Secara umum, laporan kinerja Call Center 112 Desember 2025 menunjukkan tingkat penyelesaian yang cukup tinggi. Mayoritas instansi mampu merespons dan menindaklanjuti aduan masyarakat dengan cepat, meskipun masih terdapat sejumlah laporan yang membutuhkan waktu penanganan lebih lanjut karena kendala teknis di lapangan.

“Melalui layanan ini, Pemerintah Kota Kendari terus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan kota,” kata Kadis Kominfo Sahuriyanto Meronda, Minggu (4/1/2026).

Call Center 112 diharapkan tidak hanya menjadi saluran pengaduan darurat, tetapi juga menjadi sarana penghubung yang efektif antara warga dan pemerintah dalam mewujudkan pelayanan publik yang responsif dan terpadu.

Baca Juga  Atraksi Unik RSUD hingga Simulasi Pemadam, Meriahkan Karnaval Juang di Kendari

Sebelumnya tahun 2025, Call Center 112 Kota Kendari mendapatkan penghargaan dari Kementerian Komunikasi dan Digital RI, penghargaan diserahkan Menteri Komdigi Meutya Hafid kepada Wali Kota Kendari Siska Karina Imran.

Penulis: Sumarlin

Visited 11 times, 1 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow