KENDARI, MITRANUSANTARA.ID– Kinerja Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Anoa Kota Kendari menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan hasil evaluasi kinerja BPKP Perwakilan Sulawesi Tenggara tahun buku 2025, perusahaan berhasil meningkatkan status dari kategori “sakit” menjadi “kurang sehat”.
Hasil evaluasi tersebut menjadi kabar positif bagi manajemen PDAM Tirta Anoa Kendari yang terus melakukan pembenahan dalam beberapa aspek pengelolaan perusahaan dan pelayanan kepada masyarakat.
Pada indikator Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), nilai kinerja PDAM meningkat dari 45,89 pada tahun buku 2024 menjadi 52,37 pada 2025. Artinya, terjadi peningkatan sebesar 6,48 poin atau 14,1 persen. Nilai tersebut masih berada pada kategori “cukup”.
Perbaikan juga terlihat pada indikator Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR). Nilai yang sebelumnya 1,65 pada 2024 dengan kategori “sakit”, meningkat menjadi 2,35 pada 2025 sehingga status perusahaan naik menjadi “kurang sehat”.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Anoa Kendari, Sukriyaman, S.Sos., mengatakan peningkatan tersebut menjadi awal dari transformasi besar yang sedang dilakukan manajemen perusahaan.
“Setelah sekian lama berada dalam predikat ‘sakit’, alhamdulillah peningkatan status ini menjadi bukti nyata bahwa kami terus berbenah dan berubah. Perubahan status ini tidak lepas dari arahan dan dukungan penuh Pemerintah Kota Kendari, khususnya Ibu Siska Karina Imran, Wali Kota Kendari, yang terus mendorong kami untuk berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ujar Sukriyaman.
Menurutnya, perubahan status dari “sakit” menjadi “kurang sehat” bukanlah titik akhir. Justru capaian tersebut menjadi pemicu bagi seluruh jajaran untuk bekerja lebih keras agar perusahaan mampu mencapai predikat “sehat” pada evaluasi berikutnya.
Sukriyaman menegaskan, manajemen bersama seluruh staf PDAM Tirta Anoa Kendari akan terus melakukan pembenahan untuk memastikan pelayanan air bersih kepada masyarakat semakin optimal, andal dan berkelanjutan.
“Perubahan dari status ‘sakit’ menuju ‘kurang sehat’ bukan akhir dari tujuan, melainkan motivasi untuk terus melangkah menuju predikat ‘sehat’,” tegasnya.
Upaya tersebut akan dilakukan melalui penguatan manajemen, pembenahan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan serta respons yang lebih cepat terhadap kebutuhan dan keluhan pelanggan.
Komitmen tersebut kemudian dirangkum dalam semangat “Komitmen Menuju Sehat”. Bagi PDAM Tirta Anoa, capaian evaluasi 2025 menjadi pijakan untuk melanjutkan proses transformasi secara bertahap dan terukur.
Kenaikan nilai evaluasi juga menjadi dorongan bagi perusahaan untuk memperbaiki berbagai aspek yang masih menjadi perhatian. Dengan pengelolaan yang semakin baik, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembenahan jaringan serta pelayanan yang lebih responsif, PDAM Tirta Anoa diharapkan mampu mempertahankan tren positif tersebut.
Target selanjutnya adalah membawa perusahaan keluar sepenuhnya dari kategori “kurang sehat” dan mencapai predikat “sehat”. Lebih dari sekadar peningkatan angka evaluasi, capaian itu diharapkan berbanding lurus dengan kualitas layanan air bersih yang dirasakan masyarakat Kota Kendari.
“Komitmen Menuju Sehat” pun menjadi tekad manajemen untuk memastikan setiap pembenahan yang dilakukan bermuara pada satu tujuan, yakni menghadirkan layanan air bersih yang lebih optimal, andal dan berkelanjutan bagi seluruh pelanggan.
Penulis: Sumarlin




