KENDARI, MITRANUSANTARA.ID– Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kendari terus mengejar peningkatan kualitas infrastruktur jalan di sejumlah wilayah. Hingga September tahun 2026, sebanyak enam ruas jalan telah dirampungkan dari total sembilan ruas yang menjadi target peningkatan infrastruktur jalan tahun ini.
Kepala Dinas PUPR Kota Kendari, Muhammad Jayadi, melalui Kabid Bina Marga Almuna Mande, mengatakan pekerjaan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperbaiki akses dan memperkuat konektivitas antarkawasan.
“Untuk target tahun 2026, ada sembilan ruas jalan dan satu jembatan yang menjadi bagian dari pekerjaan peningkatan infrastruktur,” jelas Almuna, Selasa (8/9/2026).
Sejumlah ruas yang telah mendapatkan penanganan tersebar di beberapa kawasan Kota Kendari. Pekerjaan tersebut mencakup Jalan Lampareng, Jalan Mahkota Sultra, Jalan Nipa-Nipa, Jalan Malik VIII, Jalan Alpokat, serta Jalan Mengkudu.
Jalan Lampareng mendapatkan pengaspalan sepanjang 500 meter, yang dikonsolidasikan dengan Jalan Mahkota Sultra sepanjang 500 meter. Penanganan kedua ruas tersebut diharapkan memperbaiki akses masyarakat di kawasan Kecamatan Kambu.
Selanjutnya, pengaspalan Jalan Nipa-Nipa dilakukan sepanjang 300 meter dan dikonsolidasikan dengan Jalan Malik VIII sepanjang 300 meter. Peningkatan kedua ruas ini diharapkan memperkuat konektivitas dan memberikan akses yang lebih nyaman bagi masyarakat.
Sementara Jalan Alpokat mendapatkan penanganan sepanjang 250 meter. Sedangkan Jalan Mengkudu memiliki panjang pekerjaan sekitar 400 meter.
Selain ruas yang telah dirampungkan, Dinas PUPR juga memberikan perhatian terhadap akses menuju kawasan pertanian melalui pengaspalan Jalan Amohalo.
Ruas Jalan Amohalo memiliki panjang sekitar 1,750 kilometer dan berada di kawasan persawahan. Di wilayah tersebut terdapat sekitar 300 hektare lahan sawah yang menjadi bagian dari aktivitas masyarakat.
Menurut Almuna, kondisi jalan menuju kawasan pertanian memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat. Akses yang lebih baik diharapkan dapat memudahkan petani maupun masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya.
Pekerjaan peningkatan jalan juga mencakup Jalan Kalimantan sepanjang 410 meter. Ruas tersebut menjadi bagian dari target penanganan infrastruktur jalan yang dilaksanakan Dinas PUPR Kota Kendari.
Dengan demikian, program peningkatan infrastruktur jalan tahun 2026 tidak hanya berorientasi pada kawasan permukiman, tetapi juga menyasar ruas yang memiliki fungsi mendukung aktivitas ekonomi dan pertanian masyarakat.
Almuna menjelaskan, pembangunan infrastruktur jalan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi masing-masing wilayah. Perbaikan jalan diharapkan memberikan dampak langsung terhadap kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antarkawasan.
Kondisi jalan yang semakin baik juga menjadi faktor pendukung aktivitas ekonomi. Mobilitas kendaraan, distribusi barang, serta akses masyarakat menuju pusat aktivitas diharapkan dapat berlangsung lebih lancar.
Dinas PUPR Kota Kendari menargetkan seluruh program peningkatan infrastruktur yang telah direncanakan dapat dituntaskan secara bertahap. Selain sembilan ruas jalan, satu jembatan juga masuk dalam target pekerjaan tahun 2026.
Capaian enam ruas jalan yang telah dirampungkan dan satu unit jembatan Jl. Ade Irma Alo Jaya, menjadi bagian dari progres pemerintah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur kota . Tiga ruas lainnya diharapkan dapat menyusul sehingga target peningkatan sembilan ruas jalan tahun ini dapat tercapai.
Melalui pembangunan yang dilakukan secara bertahap, Pemkot Kendari berharap kualitas konektivitas kota semakin baik dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk mendukung aktivitas ekonomi di berbagai wilayah.
Penulis: Sumarlin



