KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Transformasi digital dan perluasan akses pasar internasional menjadi dua fokus utama dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sulawesi Tenggara. Melalui ajang Sultra Maimo 2026 yang digelar di The Park Kendari, Jumat (7/8/2026).
Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara meluncurkan berbagai program strategis untuk memperkuat daya saing UMKM, termasuk menghadirkan Gerai Ekspor Sulawesi Tenggara (Gekra) sebagai pusat layanan ekspor bagi pelaku usaha lokal.
Kegiatan yang berlangsung hingga 9 Agustus itu tidak hanya menghadirkan pameran produk unggulan, tetapi juga menjadi ruang peningkatan kapasitas UMKM melalui business matching, festival kuliner, kompetisi kopi, seminar, fashion show, hingga promosi penggunaan sistem pembayaran digital QRIS.
Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah sekaligus sektor yang memiliki kontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, dan penguatan ketahanan ekonomi.
Menurutnya, pengembangan UMKM kini tidak lagi sekadar menjadi program pemberdayaan masyarakat, tetapi telah menjadi strategi pembangunan untuk mendorong produktivitas, hilirisasi, industri kreatif, dan penguatan ekonomi berbasis potensi unggulan daerah.
“Pelaku UMKM saat ini tidak cukup hanya memiliki produk yang berkualitas. Mereka juga harus mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan produk, mengelola usaha secara efisien, sekaligus memberikan kemudahan transaksi kepada konsumen,” ujar Andi Sumangerukka.
Ia mengapresiasi langkah Bank Indonesia yang secara konsisten mendorong digitalisasi transaksi melalui QRIS. Berdasarkan data Bank Indonesia, jumlah pengguna QRIS di Sulawesi Tenggara telah mencapai sekitar 350 ribu pengguna, tumbuh 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara jumlah merchant atau pelaku usaha yang menggunakan QRIS mencapai sekitar 267 ribu dengan pertumbuhan sekitar 28 persen secara tahunan dan mencatat lebih dari 5,23 juta transaksi.
“Capaian ini menunjukkan transformasi digital di Sulawesi Tenggara berkembang sangat baik. Harapan kami semakin banyak UMKM yang memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal,” katanya.
Selain digitalisasi, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara juga mendorong pelaku UMKM agar mampu menembus pasar internasional. Untuk itu, diluncurkan Gerai Ekspor Sulawesi Tenggara (Gekra), hasil kolaborasi Bank Indonesia, Bea Cukai, Badan Karantina Indonesia, dan berbagai pemangku kepentingan.
Gekra dirancang sebagai pusat layanan terpadu yang menyediakan konsultasi, pelatihan, pendampingan, hingga fasilitasi ekspor bagi UMKM yang ingin memperluas pasar ke mancanegara.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, mengatakan Sultra Maimo 2026 menjadi wadah mempercepat lahirnya UMKM yang lebih kompetitif melalui tiga fokus utama, yakni peningkatan kapasitas usaha, penguatan digitalisasi, dan pengembangan ekspor.
“Kami telah melakukan kurasi terhadap sejumlah UMKM terbaik yang nantinya akan mewakili Sulawesi Tenggara pada ajang Karya Kreatif Indonesia di Jakarta dan Festival Ekonomi Syariah. Ini menjadi kesempatan besar bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jaringan pemasaran,” ujarnya.
Edwin menambahkan, BI juga terus memperluas penggunaan QRIS sebagai instrumen pembayaran digital yang mampu meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus mempercepat adaptasi UMKM terhadap perkembangan ekonomi digital.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Letter of Intent (LoI) ekspor oleh empat pelaku UMKM Sulawesi Tenggara, yakni Komunitas Wanita Tani Matahari, PT Dapur Ulfa Masa Gena, UD Sinar Buton, dan PT BHFM.
Penandatanganan LoI itu disaksikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Wali Kota Kendari, Kepala Bea Cukai Kendari, serta Kepala Badan Karantina Sulawesi Tenggara sebagai bentuk komitmen bersama dalam membuka akses pasar global bagi produk unggulan daerah.
Melalui sinergi pemerintah, Bank Indonesia, Bea Cukai, Badan Karantina, dan berbagai pemangku kepentingan, Sultra Maimo 2026 diharapkan menjadi momentum lahirnya lebih banyak UMKM yang mampu bersaing di era digital sekaligus menembus pasar ekspor. Dengan dukungan teknologi, peningkatan kualitas produk, dan pendampingan berkelanjutan, produk-produk unggulan Sulawesi Tenggara diharapkan semakin dikenal dan memiliki daya saing di pasar internasional.
Penulis: Sumarlin



