KENDARI, MITRANUSANTARA.ID– Pemerintah Kota Kendari kembali menjadi rujukan dalam pengembangan tata kelola pemerintahan berbasis digital. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bontang, Kalimantan Timur, melakukan studi tiru ke Diskominfo Kota Kendari untuk mempelajari implementasi e-government, pengelolaan media digital pemerintah, hingga layanan pengaduan masyarakat melalui Call Center 112. Kunjungan berlangsung di Command Center Diskominfo Kota Kendari, Senin (6/7/2026).
Kepala Dinas Kominfo Kota Kendari Sahuriyanto Meronda menyampaikan, kunjungan tersebut menjadi momentum berbagi pengalaman mengenai transformasi digital yang selama ini dikembangkan Pemerintah Kota Kendari. Menurutnya, penguatan sistem pemerintahan berbasis elektronik harus diikuti dengan pelayanan publik yang cepat, terintegrasi, dan mudah diakses masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kunjungan dari Diskominfo Kota Bontang. Ini menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman dalam pengelolaan e-government, pelayanan publik digital, hingga pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi pemerintah dengan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu kekuatan layanan digital Kota Kendari adalah portal resmi pemerintah melalui kendarikota.go.id yang terintegrasi dengan berbagai kanal media sosial, mulai dari Instagram, Facebook, YouTube hingga TikTok.
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, portal tersebut telah mempublikasikan 733 berita atau rata-rata 122 berita setiap bulan. Dalam periode yang sama, jumlah pengunjung website mencapai lebih dari 25 ribu orang dengan total tayangan konten menembus sekitar 2,2 juta kali.
Menurut Sahuriyanto, tingginya angka kunjungan menunjukkan masyarakat kini semakin aktif memperoleh informasi melalui platform digital pemerintah.
“Media sosial tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Informasi yang berkembang di ruang digital harus mampu kita analisis sebagai bahan pengambilan kebijakan. Karena itu, kami terus memperkuat pengelolaan media sosial agar menjadi instrumen pelayanan sekaligus sumber rekomendasi bagi pimpinan dalam menyelesaikan persoalan masyarakat,” katanya.
Selain penguatan informasi publik, Pemerintah Kota Kendari juga mengintegrasikan layanan Call Center 112 dengan Command Center sebagai pusat layanan darurat selama 24 jam.
Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat menyampaikan berbagai pengaduan yang langsung diteruskan kepada organisasi perangkat daerah maupun instansi vertikal terkait, seperti PLN, Basarnas, Polres, Kodim, hingga Satpol PP.
Sahuriyanto mengakui, tingginya antusiasme masyarakat menggunakan layanan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Namun, menurutnya, koordinasi lintas sektor yang telah dibangun mampu mempercepat respons terhadap berbagai laporan warga.
“Kami terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh instansi agar setiap laporan masyarakat bisa segera ditindaklanjuti. Ke depan, sistem ini juga akan terus dikembangkan, termasuk penambahan CCTV dan penguatan Command Center sebagai pusat kendali pelayanan publik,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Bontang, Andi Hasanuddin Akmal, mengaku memilih Kota Kendari sebagai lokasi studi tiru karena dinilai berhasil mengelola komunikasi publik berbasis digital.
Ia mengapresiasi capaian Diskominfo Kota Kendari, terutama dalam meningkatkan jumlah pengunjung media digital pemerintah hingga jutaan tayangan serta keberhasilan mengintegrasikan layanan Call Center 112 dengan berbagai instansi.
“Kami melihat pengelolaan media digital Pemerintah Kota Kendari sudah sangat baik. Viewer kontennya mencapai jutaan, pelayanan Call Center 112 juga berjalan efektif dengan dukungan lintas sektor. Banyak hal yang ingin kami pelajari untuk diterapkan di Kota Bontang,” ujar Andi.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap keberadaan Command Center Kota Kendari yang dinilai modern dan mampu mendukung pelayanan publik secara terpadu melalui pemanfaatan teknologi informasi.
Melalui kunjungan ini, kedua pemerintah daerah berharap terjalin kolaborasi yang semakin erat dalam pengembangan sistem pemerintahan berbasis elektronik, sehingga pelayanan publik di masing-masing daerah dapat semakin efektif, responsif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
Penulis: Sumarlin



