KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Pemerintah Kota Kendari kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Tahun 2026 ini, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menyiapkan bantuan modal usaha sebesar Rp5 juta tanpa bunga dan tanpa agunan bagi 260 pengusaha UMKM di Kota Kendari.
Program tersebut disampaikan langsung Siska Karina Imran saat membuka Ekspo dan Bazar UMKM dalam rangka memperingati Hari Kewirausahaan dan UMKM Nasional 2026 di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kota Kendari, Senin (22/6/2026).
Di hadapan ratusan peserta dan pelaku UMKM, Siska menegaskan bahwa penguatan ekonomi masyarakat menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Karena itu, berbagai program yang mendukung pengembangan usaha kecil terus dihadirkan, termasuk kemudahan akses permodalan bagi masyarakat.
“Insyaallah di tahun 2026 ini kita akan kembali memberikan alokasi bantuan kepada para pengusaha UMKM sebanyak 260 orang, masing-masing sebesar Rp5 juta berupa pinjaman tanpa bunga dan tanpa agunan,” kata Siska.
Program tersebut merupakan kelanjutan dari bantuan serupa yang telah berjalan pada tahun sebelumnya dan menjadi salah satu program unggulan pasangan Siska Karina Imran dan Sudirman dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi kerakyatan.
Menurut Siska, UMKM memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah. Karena itu, pemerintah terus berupaya menghadirkan berbagai kebijakan yang berpihak kepada pengusaha kecil agar dapat berkembang dan naik kelas.
Ia menjelaskan, sepanjang tahun 2025 Pemerintah Kota Kendari telah menyalurkan bantuan modal usaha kepada 194 pengusaha UMKM dengan nilai Rp5 juta per orang. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk pinjaman tanpa bunga dan tanpa agunan sehingga lebih mudah diakses oleh masyarakat yang memiliki usaha produktif.
Selain itu, pada peringatan Hari Ulang Tahun Kota Kendari tahun 2026, pemerintah juga menyalurkan bantuan modal usaha kepada 195 warga dengan nilai Rp1 juta per orang. Berbeda dengan program sebelumnya, bantuan tersebut diberikan secara cuma-cuma tanpa kewajiban pengembalian.
“Kita ingin masyarakat memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mengembangkan usaha mereka. Ketika usaha berkembang, ekonomi keluarga meningkat dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat juga ikut naik,” ujarnya.
Meski demikian, Siska mengingatkan para penerima bantuan agar memanfaatkan modal usaha tersebut sesuai tujuan program. Ia meminta masyarakat menjaga kepercayaan yang diberikan pemerintah dengan mengelola usaha secara serius dan bertanggung jawab.
Menurutnya, keberhasilan program bantuan modal tidak hanya ditentukan oleh pemerintah sebagai penyedia fasilitas, tetapi juga oleh kesungguhan para penerima manfaat dalam mengembangkan usahanya.
“Pemerintah sudah memberikan kemudahan melalui bantuan tanpa bunga dan tanpa agunan. Maka kami berharap masyarakat yang menerima bantuan dapat memanfaatkannya dengan baik sesuai kebutuhan usaha,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pengusaha UMKM yang dinilai berhasil mengembangkan usaha dan disiplin menyelesaikan kewajiban pinjaman modal yang pernah diterima dari pemerintah.
Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi kepada pelaku usaha lainnya agar mampu mengelola bantuan modal secara produktif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Kendari, Syarifuddin, mengatakan bahwa program bantuan modal usaha merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menciptakan UMKM yang lebih kuat, inovatif, dan berdaya saing.
Selain bantuan permodalan, para pengusaha UMKM juga mendapatkan pendampingan usaha, fasilitasi Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, promosi produk, hingga akses terhadap berbagai program pemberdayaan lainnya.
Menurutnya, tema Hari Kewirausahaan dan UMKM Nasional tahun ini, yakni “UMKM Terkoneksi, Tumbuh Berinovasi”, menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi seluruh pihak dalam mendukung kemajuan usaha kecil di daerah.
“Harapannya UMKM kita semakin terhubung dengan pasar, pembiayaan, teknologi digital, dan rantai pasok sehingga mampu tumbuh lebih cepat dan berkelanjutan,” ujar Syarifuddin.
Melalui tambahan kuota bantuan modal bagi 260 pengusaha UMKM tahun ini, Pemerintah Kota Kendari berharap semakin banyak usaha masyarakat yang berkembang dan mampu menciptakan lapangan kerja baru. Di tengah tantangan ekonomi yang masih dihadapi berbagai daerah, langkah tersebut menjadi salah satu upaya konkret untuk menjaga perputaran ekonomi lokal sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat dari sektor usaha rakyat.
Penulis: Sumarlin



