Penulis : Redaksi

KENDARI, MITRANUSANTARA.ID– Kota Kendari berduka. Dra. Hj. Sri Yastin Asrun, MM, tokoh perempuan yang selama puluhan tahun mengabdikan diri dalam bidang bidang pemerintahan, pemberdayaan perempuan, sosial kemasyarakatan, adat dan budaya lokal, serta keagamaan, meninggal dunia di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar,Senin (15/6/2026).

Sri Yastin Asrun wafat pada usia 65 tahun. Ia meninggalkan suami tercinta, Dr. Ir. Asrun, M.Eng.Sc., mantan Wali Kota Kendari, dua putra yakni Adriatma Dwi Putra dan Asrizal Pratama Putra, dua menantu serta lima cucu.

Bagi masyarakat Kendari, nama Sri Yastin bukan sosok yang asing. Selama bertahun-tahun, ia berada di garis depan berbagai program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, khususnya perempuan dan keluarga.

Saat mendampingi kepemimpinan Asrun sebagai Wali Kota Kendari, Sri Yastin dipercaya menjabat Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kendari sekaligus Ketua Dekranasda Kota Kendari periode 2007-2017. Dalam kurun waktu tersebut, ia aktif mendorong program pemberdayaan keluarga, peningkatan kesejahteraan perempuan, kesehatan ibu dan anak, serta pengembangan produk kerajinan lokal.

Baca Juga  Wali Kota Kendari Pastikan Pasokan Pangan Aman, Bulog Siapkan Ribuan Liter Minyak Goreng di GPM

Kedekatannya dengan masyarakat membuat Sri Yastin dikenal sebagai figur yang mudah ditemui dalam berbagai kegiatan sosial maupun pembinaan masyarakat. Banyak program pemberdayaan perempuan yang lahir dan berkembang pada masa kepemimpinannya di PKK.

Dedikasinya kemudian berlanjut di lingkungan birokrasi. Sebagai Aparatur Sipil Negara, Sri Yastin mengemban sejumlah tugas strategis hingga dipercaya memimpin Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kendari sebelum memasuki masa pensiun.

Perjalanan panjang tersebut menunjukkan konsistensinya dalam memperjuangkan isu perlindungan perempuan dan anak yang menjadi perhatian utamanya selama bertahun-tahun.

Namun pengabdian Sri Yastin tidak berhenti setelah purnatugas. Ia tetap aktif berkontribusi melalui berbagai organisasi sosial dan kemasyarakatan.

Hingga akhir hayatnya, Sri Yastin masih menjabat sebagai Ketua Lembaga Adat Tolaki (LAT) Kota Kendari Periode 2025-2030. Di organisasi tersebut, ia berupaya menjaga nilai-nilai budaya Tolaki tetap hidup dan diwariskan kepada generasi muda.

Selain itu, ia juga dipercaya memimpin Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Kendari periode 2025–2030. Melalui BKMT, Sri Yastin aktif membina kegiatan keagamaan, memperkuat silaturahmi antarmajelis taklim, serta mendorong peran perempuan dalam pembangunan karakter keluarga dan masyarakat.

Baca Juga  Wakil Wali Kota Kendari Tutup Pesantren Ramadan, Apresiasi Pemikiran Kritis Santri

Keaktifannya di berbagai organisasi menjadi bukti bahwa pengabdian bagi masyarakat tidak pernah berhenti meski dirinya telah menyelesaikan tugas sebagai aparatur pemerintah.

Bagi banyak orang, Sri Yastin adalah sosok yang mampu menjembatani berbagai peran sekaligus. Ia hadir sebagai ibu, birokrat, penggerak organisasi perempuan, tokoh adat, hingga pemimpin organisasi keagamaan.

Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi Kota Kendari. Namun jejak pengabdian yang ditinggalkan akan terus hidup dalam berbagai program, gagasan, dan nilai-nilai yang selama ini diperjuangkannya.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Sri Yastin Asrun telah berpulang, tetapi dedikasi dan kontribusinya bagi pembangunan sosial, pemberdayaan perempuan, pelestarian budaya, serta pembinaan umat akan selalu dikenang sebagai bagian dari sejarah perjalanan Kota Kendari.

Penulis: Sumarlin

Visited 32 times, 32 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow