Penulis : Redaksi

Oleh: Muhammad Ali, SE, ME
(Pengamat Pariwisata dan Penulis Opini Kepariwisataan)
WhatsApp: +62 853 2981 5555
Email: aliberbagi2021@gmail.com

Pariwisata tidak akan tumbuh hanya dengan potensi alam yang indah. Dibutuhkan investasi yang berkelanjutan, kepastian hukum, dan keberpihakan pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang sehat. Tanpa itu, sulit berharap daerah wisata mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Di tengah persaingan antar daerah untuk menarik investasi, Kabupaten Wakatobi sesungguhnya memiliki sebuah modal besar, yaitu keberadaan investor yang telah bertahan selama lebih dari 31 tahun membangun sektor pariwisata di Pulau Tomia. Konsistensi tersebut menunjukkan adanya kepercayaan jangka panjang terhadap potensi daerah dan masyarakat setempat.

Mendatangkan investor pariwisata bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan proses panjang, biaya besar, dan keyakinan bahwa investasi yang ditanamkan akan mendapatkan perlindungan serta kepastian dalam menjalankan usaha. Karena itu, ketika ada investor yang telah puluhan tahun bertahan dan terus berkontribusi, sudah sepatutnya pemerintah memberikan perhatian yang serius.

Sosok Mr. Lorenz Mäder sebagai investor asing yang mengembangkan PT. Wakatobi Resort telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pariwisata Pulau Tomia. Kehadirannya bukan hanya menghadirkan fasilitas wisata kelas dunia, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkenalkan nama Wakatobi kepada wisatawan mancanegara.

Baca Juga  Calon Pemimpin dan Pemimpi: Menakar Kualitas dalam Pilihan Politik yang Bijak

Yang paling dibutuhkan investor pada dasarnya sederhana, yakni iklim investasi yang sehat, jaminan keamanan berusaha, kepastian hukum, dan regulasi yang tidak berbelit-belit. Investor membutuhkan pemerintah yang menjadi mitra pembangunan, bukan sekadar regulator yang menambah hambatan administratif.

Pemerintah Kabupaten Wakatobi, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, hingga Pemerintah Pusat perlu membangun sinergi dalam memberikan kepastian investasi. Kemudahan perizinan, perlindungan terhadap aset investasi, penyelesaian persoalan secara adil, serta komunikasi yang baik akan menjadi pesan positif bagi calon investor lainnya.

Jika investor yang telah bertahan selama lebih dari tiga dekade saja tidak mendapatkan perhatian yang memadai, maka akan muncul pertanyaan di mata calon investor baru mengenai sejauh mana komitmen pemerintah dalam melindungi investasi di daerah.

Sebaliknya, apabila pemerintah mampu menunjukkan keberpihakan terhadap terciptanya iklim investasi yang kondusif, maka Wakatobi akan semakin dipercaya sebagai destinasi wisata yang aman dan menjanjikan bagi investasi jangka panjang. Dampaknya bukan hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga masyarakat melalui peningkatan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan daerah.

Baca Juga  Terima Rekomendasi Gerindra, ASR: Tinggal Selangkah Lagi Menuju Pilgub Sultra

Keberhasilan pembangunan pariwisata adalah hasil kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan investor. Ketiga unsur tersebut harus berjalan seiring. Menjaga kepercayaan investor bukan berarti mengabaikan kepentingan masyarakat, melainkan menciptakan keseimbangan agar pembangunan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Sudah saatnya pemerintah memberikan perhatian yang lebih besar kepada investor yang telah membuktikan komitmennya selama puluhan tahun. Sebab menjaga investor yang sudah ada sering kali jauh lebih penting daripada sekadar mencari investor baru. Kepercayaan yang terpelihara hari ini akan menjadi fondasi bagi kemajuan pariwisata Wakatobi di masa depan.

Tentang Penulis
(Muhammad Ali, SE, ME adalah Pengamat Pariwisata dan Penulis Opini Kepariwisataan yang aktif mengkaji pengembangan destinasi wisata, investasi pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat khususnya di Wakatobi dan Sulawesi Tenggara pada umumnya)

Visited 27 times, 1 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow