KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Keterlibatan masyarakat lokal dalam menyambut ajang internasional UCLG ASPAC di Kota Kendari mulai terlihat nyata. Tim Penggerak PKK Kelurahan Lalodati, Kecamatan Puuwatu, mendapat kepercayaan untuk memproduksi 100 unit topi anyaman yang akan digunakan para delegasi saat kegiatan penanaman pohon di Kebun Raya Kendari.
Lurah Lalodati, Edy Tawakkal Konggoasa, menjelaskan bahwa pesanan tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus peluang bagi masyarakat untuk berkontribusi dalam event berskala internasional.
“Alhamdulillah, PKK Lalodati diberi kepercayaan membuat 100 topi untuk delegasi UCLG ASPAC. Ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi masyarakat,” ujarnya.
Ketua TP PKK Kelurahan Lalodati Anita Taurizya Edi konggoasa menjelaskan, Topi yang diproduksi mengusung motif khas berbahan dasar daun pandan hutan yang memiliki ciri unik pada bagian tepinya yang berduri.
“Proses pembuatannya dilakukan secara tradisional, dimulai dari penjemuran daun pandan selama dua hari hingga kering, sebelum kemudian dianyam menjadi topi,” ungkapnya.
Menurutnya, proses pengerjaan 100 unit topi tersebut membutuhkan waktu lebih dari dua minggu. Hal ini karena setiap tahap dilakukan secara manual untuk menjaga kualitas dan keaslian produk kerajinan tangan.
Topi anyaman memiliki desain sederhana namun memiliki nilai estetika tinggi. Warna alami daun pandan dipadukan dengan sentuhan ornamen khas membuat topi tersebut tampil menarik dan unik.
Keterlibatan PKK Lalodati ini tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan acara, tetapi juga menjadi bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal. Produk yang dihasilkan tidak hanya fungsional, tetapi juga merepresentasikan identitas budaya daerah.
Ajang UCLG ASPAC sendiri akan menjadi momentum penting bagi Kota Kendari untuk memperkenalkan potensi lokal ke dunia internasional. Melalui karya-karya seperti ini, Kendari tidak hanya tampil sebagai tuan rumah, tetapi juga sebagai daerah yang kaya akan kreativitas dan budaya.
Pemerintah kelurahan berharap, keterlibatan ini dapat membuka peluang lebih luas bagi produk kerajinan lokal untuk dikenal dan diminati, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga global.
Dengan sentuhan tangan-tangan terampil masyarakat, topi anyaman dari Lalodati kini siap menjadi bagian dari pengalaman para delegasi internasional saat berada di Kendari. Sebuah karya sederhana, namun sarat makna dan kebanggaan daerah.
Penulis: Sumarlin


