JAKARTA, MITRANUSANTARA.ID – Komunitas Muna Rantau (KMR) terus memperkuat komitmennya dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berdaya saing, dan berakar pada nilai-nilai budaya melalui kolaborasi strategis dengan dunia akademik. Komitmen tersebut ditandai dengan pertemuan antara Sekretaris Jenderal KMR, Dr. Muhamad Ariston, S.ST.Pi., M.Si., dengan Kaprodi Ekonomi Pembangunan Universitas Trilogi, Dr. Lestari Agusalim, S.E., M.Si., di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaboratif tersebut menghasilkan sejumlah gagasan kerja sama di bidang pendidikan, pengembangan SDM, serta pelestarian dan promosi budaya. Kedua belah pihak sepakat menjadikan kemitraan ini sebagai jembatan sinergi antara komunitas dan perguruan tinggi dalam menciptakan program-program yang berdampak nyata bagi masyarakat.
“Kami menyambut baik inisiatif dan gagasan yang dibawa oleh KMR. Harapan kami, kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada tataran wacana, tetapi mampu melahirkan program-program konkret yang dapat ditindaklanjuti secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata, baik bagi mahasiswa maupun penguatan kelembagaan,” ujar Dr. Lestari Agusalim.
Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal KMR, Dr. Muhamad Ariston, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan dan komitmen Universitas Trilogi dalam membangun kemitraan yang produktif. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus penggerak transformasi sosial di tengah masyarakat.
“Perguruan tinggi harus menjadi center of excellence sekaligus jembatan literasi bagi masyarakat. KMR ingin mengambil peran sebagai penghubung antara potensi komunitas dan dunia akademik agar pembangunan SDM yang berkelanjutan benar-benar dapat diwujudkan,” ungkap Ariston.
Sementara itu, pakar pengembangan SDM Universitas Trilogi, Dr. Ir. Wahyu Hari Haji, S.Kom., M.M., menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM yang berbudaya merupakan kebutuhan mendesak di tengah dinamika pembangunan dan tantangan global saat ini.
“Pengembangan SDM tidak cukup hanya berorientasi pada kompetensi dan keterampilan, tetapi juga harus dibangun di atas fondasi nilai-nilai budaya dan karakter yang kuat. Program-program yang diinisiasi KMR memiliki keselarasan dengan visi Universitas Trilogi, sehingga sangat baik untuk ditindaklanjuti melalui berbagai kegiatan kolaboratif yang berkelanjutan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, KMR juga mengajukan penggunaan Auditorium Universitas Trilogi sebagai lokasi pelaksanaan agenda pengukuhan pengurus KMR serta seminar budaya yang akan melibatkan kalangan akademisi, mahasiswa, tokoh masyarakat, dan komunitas. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana memperkenalkan kekayaan budaya Muna kepada lingkungan kampus sekaligus memperkuat literasi budaya di kalangan generasi muda.
Kolaborasi antara KMR dan Universitas Trilogi diharapkan dapat menjadi model kemitraan antara komunitas dan perguruan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan kapasitas SDM, tetapi juga mampu menjaga, merawat, dan mengaktualisasikan nilai-nilai budaya lokal dalam konteks pembangunan nasional.
Untuk diketahui, Universitas Trilogi merupakan perguruan tinggi swasta yang berlokasi di Jakarta Selatan dan merupakan transformasi dari STEKPI yang didirikan pada tahun 1988. Kampus ini mengusung semangat Teknososiopreneur, Kolaborasi, dan Kemandirian sebagai fondasi pengembangan pendidikan tinggi.
Universitas Trilogi memiliki berbagai program studi yang tersebar pada beberapa fakultas, di antaranya Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, serta Fakultas Desain. Dengan pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan teknologi, kewirausahaan, dan pemberdayaan masyarakat, Universitas Trilogi terus mendorong lahirnya lulusan yang inovatif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Kolaborasi yang terjalin bersama KMR menjadi bagian dari upaya memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan masyarakat, sekaligus memperkuat peran budaya sebagai fondasi pembentukan SDM unggul menuju Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing.
Laporan: Novrizal R Topa



