BOMBANA, MITRANUSANTARA.ID– Bupati Bombana Burhanudin mendapat amanah memimpin Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Bombana periode 2026–2031. Mandat tersebut menempatkan kepala daerah itu pada posisi strategis untuk mendorong penguatan sektor pertanian sekaligus memperjuangkan kepentingan petani di daerah.
Burhanudin dilantik sebagai Ketua HKTI Bombana bersama jajaran pengurus lainnya. Kepengurusan baru diharapkan tidak berhenti pada konsolidasi organisasi, tetapi mampu hadir menjawab persoalan yang dihadapi petani, mulai dari produksi, akses sarana pertanian, pemasaran hingga peningkatan nilai tambah hasil pertanian.
Bagi Bombana, sektor pertanian memiliki posisi penting dalam menopang perekonomian masyarakat. Karena itu, Burhanudin menilai HKTI harus menjadi ruang bersama untuk memperkuat komunikasi antara petani, pemerintah, pelaku usaha dan berbagai pihak yang berkepentingan dengan pembangunan pertanian.
“Program HKTI ini selaras dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Bombana melalui program Agrominapolitan. Karena itu, keberadaan HKTI harus bisa memperkuat apa yang sudah menjadi arah pembangunan daerah, khususnya dalam meningkatkan produktivitas, kesejahteraan petani, serta mengembangkan potensi pertanian dan perikanan di Bombana,” kata Burhanudin, Jumat (11/9/2026).
Bupati Burhanudin, mengungkapkan, konsep Agrominapolitan tidak hanya berbicara mengenai peningkatan produksi, tetapi juga bagaimana sektor pertanian dan perikanan dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Karena itu, HKTI diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengidentifikasi persoalan petani sekaligus mencari solusi yang dapat diterapkan di lapangan.
“Petani jangan hanya menjadi objek pembangunan. Mereka harus menjadi pelaku utama yang mendapatkan manfaat dari pengembangan sektor pertanian. Karena itu, kita ingin petani Bombana naik kelas, baik dari sisi produksi, pengelolaan usaha maupun akses terhadap pasar,” ujarnya.
Menurutnya, petani tidak cukup hanya didorong meningkatkan produksi. Mereka juga perlu mendapatkan dukungan agar hasil pertanian memiliki nilai ekonomi yang lebih baik dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga petani.
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI Abdul Kadir Karding menekankan, HKTI harus menjadi organisasi yang benar-benar bekerja untuk kepentingan petani. Ia menyebut organisasi tersebut memiliki agenda besar untuk memperkuat kapasitas petani, mendorong regenerasi, memperkuat kelembagaan ekonomi petani, membuka akses pasar hingga mendorong peningkatan daya saing produk pertanian.
Karding juga menegaskan HKTI bukan sekadar organisasi formal. Kehadirannya harus mampu menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung agenda ketahanan serta kedaulatan pangan nasional.
“HKTI harus menjadi rumah besar bagi petani. Organisasi ini harus hadir memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi petani,” tegas Karding.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka menempatkan petani sebagai salah satu kelompok penting dalam menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat. Menurutnya, petani bukan hanya pelaku ekonomi, tetapi juga memiliki peran besar dalam memastikan ketersediaan pangan.
Ia berharap kepengurusan HKTI di daerah mampu menjadi penghubung antara kebutuhan petani dengan pemerintah. Persoalan teknis yang selama ini dihadapi petani perlu diidentifikasi dan dicarikan solusi secara bersama-sama.
“Petani adalah penjaga kehidupan. Karena itu, organisasi seperti HKTI harus mampu menjadi rumah bagi petani dan membantu menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi,” kata Andi Sumangerukka.
Dengan kepengurusan baru periode 2026–2031, HKTI Bombana menghadapi pekerjaan yang tidak ringan. Tantangannya bukan sekadar memperkuat organisasi, tetapi memastikan keberadaan HKTI benar-benar dirasakan petani melalui program yang menyentuh kebutuhan mereka.
Dorongan peningkatan produksi, penguatan kelembagaan petani, akses pasar, hilirisasi dan peningkatan nilai tambah menjadi bagian penting agar sektor pertanian Bombana tidak hanya bertahan, tetapi mampu tumbuh menjadi kekuatan ekonomi daerah.
Penulis: Sumarlin



