JAKARTA, MITRANUSANTARA.ID– Pemerintah Kota Kendari memperoleh anggaran hibah sebesar Rp4,7 miliar dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Kecamatan Baruga dan Kendari Barat.
Kepastian dukungan anggaran tersebut ditandai dengan penandatanganan dokumen hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana oleh Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, dengan Direktur Rehabilitasi dan Rekonstruksi Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Brigjen TNI Mochamad Arief Hidayat
di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Dalam kegiatan pendampingan penyaluran hibah yang difasilitasi BNPB tersebut, Siska didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari, Cornelius Padang, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kendari, Muhammad Jayadi.
Anggaran Rp4 miliar tersebut akan diarahkan untuk mendukung penanganan dampak bencana melalui kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur di wilayah Baruga dan Kendari Barat.
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menyampaikan apresiasi kepada BNPB atas dukungan anggaran yang diberikan kepada Kota Kendari. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi dukungan penting bagi pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.
Ia menegaskan, pemerintah kota akan mengawal pemanfaatan anggaran tersebut agar pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai perencanaan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, Kota Kendari mendapatkan dukungan anggaran sebesar Rp4,7 miliar dari BNPB untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Ini menjadi kesempatan bagi pemerintah kota untuk mempercepat pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak, khususnya di Kecamatan Baruga dan Kendari Barat,” ujar Siska.
Ia juga berharap dukungan pemerintah pusat tersebut dapat memperkuat upaya penanganan dampak bencana sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur agar lebih aman dan mendukung aktivitas masyarakat.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, menjelaskan anggaran hibah tersebut dijadwalkan masuk ke kas daerah pada akhir November 2026.
Setelah proses penyaluran anggaran, tahapan pekerjaan fisik direncanakan mulai dilaksanakan pada 2027.
“Ini akan dikerjakan tahun 2027,” katanya.
Menurut Cornelius, penandatanganan dokumen hibah tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam proses penyaluran bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah.
Dengan adanya dukungan anggaran tersebut, Pemkot Kendari diharapkan dapat mempercepat penanganan infrastruktur yang terdampak bencana di dua kecamatan tersebut.
Pemerintah kota juga diharapkan memastikan seluruh tahapan pelaksanaan berjalan sesuai ketentuan, sehingga dana hibah BNPB dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pemulihan dan meningkatkan ketahanan wilayah terhadap risiko bencana di masa mendatang.
Penulis: Sumarlin









