Penulis : Redaksi

KENDARI, MITRANUSANTARA.ID– Kota Kendari menorehkan prestasi membanggakan pada Festival Literasi Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) 2026. Sejumlah penghargaan berhasil dibawa pulang, mulai dari apresiasi untuk Bunda Literasi hingga prestasi dalam perlombaan dan pameran.

Dalam ajang tersebut, Bunda Literasi Kota Kendari Shintya Putri Anawula Sudirman menerima penghargaan sebagai tokoh peduli literasi dan kesejahteraan masyarakat tingkat Sulawesi Tenggara. Selain itu, Kota Kendari juga meraih juara III lomba stan pameran terbaik, PIC TPBIS terbaik, serta juara I lomba bertutur tingkat SD/MI sederajat.

Capaian tersebut menjadi bukti keterlibatan Kota Kendari dalam mendorong pengembangan budaya literasi, sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitasnya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tenggara, Usnia, mengatakan Festival Literasi 2026 bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi wadah memperkuat ekosistem masyarakat pembelajar sepanjang hayat.

Hal itu disampaikannya dalam rangkaian penutupan Festival Literasi Sulawesi Tenggara yang mengusung tema literasi kuat, Sultra berkarya, sejahtera bersama, Kamis (5/11/2026).

“Pelaksanaan festival telah menghasilkan sejumlah capaian penting, termasuk penguatan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), apresiasi kepada tokoh literasi, serta peningkatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan,” ungkapnya.

Baca Juga  Yudhi-Nirna Kampanye di Puuwatu, Program Menyala Aman Jadi Prioritas

Festival tersebut juga menjadi momentum penguatan regulasi melalui pembahasan implementasi Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2025 tentang Pengembangan Budaya Literasi.

Pembahasan itu melibatkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, akademisi, Balai Bahasa, serta pemangku kepentingan lainnya untuk mendorong langkah konkret pengembangan literasi hingga tingkat desa.

Usnia menjelaskan, kegiatan pameran UMKM dan produk unggulan berbasis transformasi perpustakaan turut memberikan dampak terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sejumlah daerah berpartisipasi, di antaranya Buton, Kolaka Utara, Muna, Kota Kendari, Bombana, Konawe Selatan, dan Kolaka.

Selain itu, festival menghadirkan kegiatan bedah buku, apresiasi karya sastra daerah, serta berbagai perlombaan yang melibatkan pelajar dan generasi muda.

Berbagai lomba tersebut meliputi mewarnai, menulis dan membaca puisi, bertutur, mars perpustakaan, resensi buku hingga pembuatan video konten literasi.

“Festival literasi 2026 secara formal ditutup pada hari ini, tetapi semangat untuk terus membaca, berkarya dan berinovasi tidak boleh berhenti,” ujar Usnia.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten dan kota, Bunda Literasi, Perpustakaan Nasional, Bank Indonesia, Balai Bahasa, komunitas literasi, serta seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Baca Juga  Wali Kota Kendari Ikuti Forum Ketahanan Iklim 2025, Bahas Masa Depan Kota Tangguh Iklim

Penulis: Sumarlin

Visited 1 times, 1 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow