Penulis : Redaksi

KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Puluhan siswa Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) dari berbagai wilayah di Kota Kendari mengikuti Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kota Kendari Tahun 2026 yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Kendari di Aula Samaturu, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung hingga 25 Mei tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi keterampilan berbicara, tetapi juga menjadi ruang bagi anak-anak mengenal kembali budaya lokal melalui tradisi bertutur.

Sebanyak 43 peserta dari perwakilan SD dan MI di Kota Kendari yang duduk di kelas 4 dan 5 mengikuti lomba dengan mengangkat berbagai cerita rakyat, legenda, hingga kisah kepahlawanan lokal Sulawesi Tenggara.

Dalam sambutan Wali Kota Kendari yang dibacakan Plh Sekda Kota Kendari, LD Manaz Salihin, disebutkan bahwa lomba bertutur merupakan bagian penting dalam membangun budaya literasi sejak usia dini.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi sarana menumbuhkan kecintaan anak terhadap membaca sekaligus memahami nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

“Anak-anak tidak hanya belajar berbicara di depan umum, tetapi juga mengasah imajinasi, keberanian, serta kemampuan menyampaikan pesan secara kreatif dan inspiratif,” ujarnya.

Baca Juga  Ombudsman Turun Lapangan, Dampingi OPD Kendari Benahi Standar Pelayanan Publik

Ia menilai budaya bertutur merupakan warisan bangsa yang harus terus dijaga karena mengandung nilai moral, pendidikan karakter, serta identitas budaya yang penting bagi pembentukan generasi muda.

Pemerintah Kota Kendari, lanjutnya, mendukung penuh kegiatan literasi seperti lomba bertutur sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki daya saing.

Para peserta juga diminta menjadikan lomba tersebut sebagai pengalaman belajar, bukan sekadar mengejar kemenangan.

“Menang atau kalah bukan tujuan utama, tetapi keberanian tampil dan menunjukkan potensi diri itu yang paling penting,” kata Manaz saat membacakan sambutan Wali Kota.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Kendari, M. Akrim Kurdin, menjelaskan bahwa lomba bertutur merupakan implementasi gerakan pembudayaan membaca yang dicanangkan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Menurutnya, kegiatan itu dirancang agar anak-anak lebih dekat dengan buku, terutama buku cerita rakyat dan budaya daerah yang sarat nilai kehidupan.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu memahami dan menyampaikan kembali isi cerita dengan baik,” jelasnya.

Baca Juga  Pekan Imunisasi Nasional Polio Diluncurkan di Kendari, Targetkan 53.809 Anak

Ia mengatakan, lomba bertutur memiliki sejumlah tujuan, mulai dari meningkatkan minat baca anak, mempopulerkan cerita budaya daerah, hingga membentuk generasi muda yang terbiasa dengan budaya literasi.

Mengusung tema “Menumbuhkan Generasi Berkarakter Melalui Kegemaran Membaca dan Bertutur”, kegiatan tersebut juga menjadi upaya menjaga eksistensi cerita rakyat di tengah derasnya arus digital dan media sosial yang kini mendominasi keseharian anak-anak.

Melalui kemampuan bertutur, peserta tidak hanya dilatih tampil percaya diri, tetapi juga belajar memahami pesan moral, empati, hingga nilai sosial yang terkandung dalam setiap cerita yang dibawakan.

Pemerintah Kota Kendari berharap kegiatan itu mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cakap berbicara, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap budaya dan tradisi literasi daerah.

Penulis: Sumarlin

Visited 9 times, 9 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow