Penulis : Redaksi

KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mulai menyalurkan bantuan pangan bagi masyarakat terdampak banjir di enam kabupaten dan kota. Sebanyak 52 ton beras dan 3.060 liter minyak goreng didistribusikan secara serentak sebagai langkah cepat penanganan dampak bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sultra.

Penyaluran bantuan tersebut mencakup Kota Kendari, Kabupaten Konawe Selatan, Kolaka Timur, Kolaka, Konawe dan Konawe Utara. Pemerintah menargetkan bantuan pangan segera diterima masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak banjir.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulawesi Tenggara, Ari Sismanto, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk respons cepat pemerintah dalam memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi bencana.

“Pangan harus kita kedepankan. Pak Menteri kemarin juga menegaskan bahwa bantuan harus segera diserahkan kepada masyarakat terdampak,” ujar Ari Sismanto, saat penyerahan bantuan kepada Pemkot Kendari di gudang Bulog, Rabu (13/5/2026).

Ia menjelaskan, sehari sebelumnya Menteri Pertanian telah menyerahkan bantuan secara simbolis, kemudian ditindaklanjuti dengan penyaluran serentak di enam daerah terdampak banjir di Sulawesi Tenggara.

Baca Juga  Dua Pejabat Baru di Lingkup Pemkot Kendari Terima SK, Ini Pesan Wakil Wali Kota

Menurutnya, distribusi bantuan dilakukan melalui gudang Bulog di masing-masing wilayah agar proses penyaluran lebih cepat dan efisien. Untuk Kabupaten Konawe misalnya, distribusi dilakukan melalui gudang di Konawe, sementara Kolaka Timur dan Kolaka juga menggunakan gudang yang berada di wilayah masing-masing.

“Insya Allah hari ini sudah mulai kita salurkan dan masyarakat sudah bisa mendapatkan bantuan pangan,” katanya.

Ari menegaskan seluruh warga terdampak banjir akan menerima bantuan tanpa perbedaan perlakuan. Pemerintah menggunakan data korban terdampak untuk menentukan jumlah bantuan yang disalurkan ke masing-masing wilayah.

“Semua masyarakat yang terdampak kita susul datanya, kita kasih bantuan beras dan bantuan minyak. Tidak ada yang dibedakan,” tegasnya.

Di Kota Kendari, penerimaan bantuan diterima langsung Asisten II Setda Kota Kendari, Nismawati, bersama Dinas Ketahanan Pangan, di gudang Bulog Sultra Punggaloba.

Setelah diterima dari gudang Bulog, Pemkot Kendari akan menampung bantuan tersebut di bekas gedung Media Center Rujab Wali Kota Kendari sebelum didistribusikan. Ini dilakukan karena, beras dari gudang Bulog masih dikemas dalam karung berukuran 50 kilogram sehingga harus dipisahkan terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada masyarakat.

Baca Juga  ASR-HUGUA Sebut 'JAMAAH' Solusi Permasalahan di Butur

Nismawati menjelaskan bantuan pangan tersebut merupakan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dari pemerintah pusat yang harus segera disalurkan sesuai ketentuan.

Menurut Nismawati, distribusi dilakukan bertahap melalui Dinas Sosial yang selanjutnya menyalurkan bantuan ke kelurahan hingga tingkat RT berdasarkan data korban terdampak banjir yang dihimpun BPBD.

Dalam mekanisme penyalurannya, setiap jiwa menerima bantuan sebanyak 2,1 kilogram beras. Artinya, jumlah bantuan yang diterima setiap rumah tangga disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga terdampak banjir.

“Kalau dalam satu rumah terdapat 10 jiwa maka mendapatkan 21 kilogram beras, sedangkan jika hanya tiga jiwa maka menerima 6,3 kilogram. Ini yang menjadi tantangan dalam proses distribusi karena harus disesuaikan dengan jumlah korban di setiap rumah tangga,” jelasnya.

Penulis: Sumarlin

Visited 18 times, 18 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow