KENDARI, MITRANUSANTARA.ID– Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-31 tingkat Kota Kendari dibuka Wali Kota Kendari, Rabu (15/4/2026), dengan konsep yang lebih sederhana dibanding tahun-tahun sebelumnya. Meski tanpa kemeriahan berlebih, pemerintah daerah menegaskan substansi kegiatan tetap menjadi prioritas utama, yakni penguatan nilai keagamaan dan pembinaan generasi Qur’ani.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menekankan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan bagian dari upaya membangun karakter masyarakat yang religius dan berakhlak mulia.
“MTQ ini memiliki nilai strategis dalam membentuk generasi yang berlandaskan Al-Qur’an. Kita ingin kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai syiar Islam dan pembinaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan MTQ tahun ini dilakukan dengan pendekatan efisiensi anggaran, menyesuaikan kondisi keuangan daerah yang juga dirasakan secara nasional. Beberapa rangkaian kegiatan yang sebelumnya melibatkan partisipasi besar masyarakat, seperti defile, tidak lagi digelar.
Namun demikian, Siska memastikan penyederhanaan tersebut tidak mengurangi makna dan tujuan utama MTQ. Justru, kegiatan diarahkan lebih khidmat dengan menitikberatkan pada kualitas pelaksanaan dan capaian pembinaan peserta.
“Kesederhanaan ini tidak mengurangi nilai sakral MTQ. Kita ingin lebih fokus pada kualitas, bukan sekadar seremoni,” tegasnya.
Kegiatan ini diawali dengan pelantikan dewan hakim dan diikuti peserta dari seluruh kecamatan di Kota Kendari. Ketua panitia, Subang Fahri, menyebutkan MTQ ke-31 merupakan bagian dari program kerja Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Kendari.
Ia menjelaskan, MTQ menjadi sarana untuk meningkatkan minat baca, pemahaman, dan pengamalan Al-Qur’an di tengah masyarakat. Selain itu, ajang ini juga menjadi wadah seleksi peserta terbaik yang akan mewakili Kota Kendari pada tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara.
“MTQ ini juga mempererat ukhuwah Islamiyah serta mendorong lahirnya qari dan hafiz yang berkualitas,” katanya.
Pelaksanaan MTQ berlangsung mulai 15 hingga 16 April 2026 dan akan ditutup pada 21 April mendatang, dengan lokasi kegiatan di Kantor Balai Kota Kendari dan MAN 1 Kendari. Sejumlah cabang lomba dipertandingkan, mulai dari seni baca Al-Qur’an, hifzil Qur’an berbagai juz, hingga tafsir.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga menyinggung agenda besar yang akan dihadapi Kota Kendari pada Mei mendatang, yakni menjadi tuan rumah kegiatan internasional UCLG ASPAC. Momentum tersebut dinilai menjadi peluang besar untuk memperkenalkan potensi daerah, termasuk sektor keagamaan.
Pemerintah berharap, melalui MTQ ini, lahir generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga mampu membawa nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus memperkuat identitas religius masyarakat Kota Kendari.
Penulis: Sumarlin


