Penulis : Redaksi

KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Pemerintah Kota Kendari terus mempercepat pembenahan pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Puuwatu sebagai bagian dari upaya meningkatkan standar layanan yang lebih modern dan ramah lingkungan.

Melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), sejumlah langkah strategis mulai dijalankan, mulai dari perbaikan infrastruktur hingga penyiapan sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi.

Kepala DLHK Kota Kendari, Erlis Sadya Kencana, Selasa (14/4/2026), mengungkapkan bahwa tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah kondisi cuaca. Tingginya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir berdampak langsung pada operasional di lapangan.

Akses menuju zona aktif TPA, kata dia, menjadi sulit dilalui kendaraan pengangkut sampah akibat kondisi jalan yang berlumpur dan licin. Hal ini membuat proses pembuangan sampah tidak berjalan optimal.

“Kondisi ini terjadi karena musim penghujan, sehingga dump truck tidak bisa menjangkau zona aktif akibat jalan yang becek,” ujarnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kota Kendari telah mengalokasikan anggaran khusus guna memperbaiki akses jalan menuju area pembuangan. Perbaikan ini diharapkan mampu memastikan kelancaran distribusi sampah dari kota ke TPA.

Baca Juga  Wali Kota Kendari Sidak Kesiapsiagaan OPD Jelang Natal dan Tahun Baru

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pengadaan alat berat seperti excavator dan bulldozer untuk memperkuat operasional di lapangan, terutama dalam proses penataan dan penimbunan sampah.

Saat ini, sistem pengelolaan sampah di TPA Puuwatu masih menggunakan metode control landfill. Dalam sistem ini, sampah yang masuk akan ditimbun secara berkala menggunakan tanah urug untuk mengurangi dampak lingkungan.

“Setiap sampah yang masuk dilakukan penimbunan sebagai bagian dari pengendalian dampak lingkungan,” jelas Erlis.

Namun demikian, Pemkot Kendari tidak berhenti pada metode tersebut. Pemerintah menargetkan peningkatan sistem pengelolaan sampah melalui penerapan sanitary landfill pada tahun 2026.

Metode ini dikenal lebih modern karena dilengkapi dengan sistem pengendalian air lindi, pengelolaan gas metan, serta penataan zona pembuangan yang sesuai standar lingkungan dan kesehatan.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang pemerintah dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan minim risiko terhadap lingkungan sekitar.

Meski implementasinya sempat mengalami keterlambatan, pemerintah memastikan proses pembenahan tetap berjalan secara bertahap sesuai perencanaan.

Baca Juga  Pemerintah Kota Kendari dan Naturevolution Gagas Pengelolaan Sampah Lebih Baik

“Kami berkomitmen terus meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di TPA Puuwatu demi menjaga lingkungan dan kesehatan masyarakat,” pungkasnya.

Dengan berbagai upaya tersebut, Pemkot Kendari optimistis TPA Puuwatu ke depan dapat bertransformasi menjadi fasilitas pengelolaan sampah yang lebih tertata, efisien, dan ramah lingkungan.

Penulis: Sumarlin

Visited 13 times, 13 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow