Penulis : Redaksi

KENDARI, MITRANUSANTARA.ID– Pemerintah Kota Kendari mulai masuk tahap krusial dalam persiapan penyelenggaraan UCLG ASPAC yang akan digelar pada 7–9 Mei 2026. Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, memimpin langsung rapat pemantapan di ruang rapat wali kota, Senin (13/4/2026), dengan fokus pada kesiapan teknis di semua lini.

Rapat ini tidak lagi membahas konsep besar, melainkan mengurai detail pelaksanaan di lapangan. Mulai dari skema penjemputan tamu di bandara, kesiapan Liaison Officer (LO), hingga alur kegiatan yang akan dijalankan masing-masing penanggung jawab.

“Sekarang kita masuk teknis. Semua koordinator harus menyampaikan kesiapan, kendala, dan kebutuhan agar bisa kita selesaikan bersama,” tegas Siska dalam rapat tersebut.

Data terbaru yang dipaparkan menunjukkan sebanyak 78 peserta dari 12 negara dipastikan hadir, termasuk delegasi dari Indonesia. Angka ini menjadi dasar perhitungan kebutuhan layanan, mulai dari transportasi, akomodasi, hingga pengamanan.

Sejumlah titik penting juga dipastikan siap mendukung pelaksanaan kegiatan, di antaranya Bandara Haluoleo sebagai pintu masuk delegasi, gedung perpustakaan sebagai pusat sekretariat, serta fasilitas kesehatan yang disiapkan untuk mengantisipasi kondisi darurat.

Baca Juga  Honari Mosega Sambut Kedatangan ASR-HUGUA di Bombana

Rangkaian agenda selama tiga hari pun dipaparkan secara rinci. Hari pertama, 7 Mei, akan dibuka dengan penanaman pohon sebagai simbol komitmen lingkungan, dilanjutkan makan malam santai yang dirangkaikan dengan kunjungan ke stan UMKM.

Puncak kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 8 Mei di Hotel Claro, yang kemudian dilanjutkan welcome dinner di Auditorium Balai Kota. Sejumlah agenda tambahan seperti lomba perahu hias juga tengah dimatangkan sebagai bagian dari atraksi budaya.

Memasuki 9 Mei, kegiatan akan dirangkaikan dengan upacara Hari Ulang Tahun Kota Kendari. Setelah itu, delegasi akan diajak mengunjungi kawasan Nambo untuk menikmati budaya lokal, kuliner khas, hingga pameran UMKM dan program Gerakan Pangan Murah.

Agenda dilanjutkan dengan kunjungan wisata ke Pulau Bokori bagi tamu VIP, sebelum ditutup dengan pesta rakyat dan malam ramah tamah. Seluruh delegasi dijadwalkan kembali ke daerah masing-masing pada 10 Mei.

Dari sisi pendukung, sejumlah instansi turut memastikan kesiapan infrastruktur. Balai Wilayah Sungai melaporkan langkah antisipasi banjir melalui normalisasi sungai dan penyiagaan alat di titik rawan. Sementara Balai Jalan memastikan perbaikan akses serta dukungan armada untuk membantu mobilisasi material di lapangan.

Baca Juga  KKMP Wundumbatu Resmi Beroperasi, Wali Kota Kendari: Koperasi Merah Putih Jadi Simbol Kemandirian Ekonomi

Selain itu, pengamanan dan kelancaran lalu lintas menjadi perhatian khusus, dengan keterlibatan Satpol PP dan Dinas Perhubungan dalam mengatur mobilitas selama kegiatan berlangsung.

Di sisi lain, faktor cuaca juga menjadi perhatian serius. Berdasarkan informasi dari BMKG, kondisi cuaca pada periode pelaksanaan kegiatan masih berpotensi berubah dan belum dapat diprediksi secara pasti. Karena itu, pemerintah kota menyiapkan skenario antisipasi, terutama untuk kegiatan luar ruangan seperti penanaman pohon dan kunjungan ke kawasan wisata, agar tetap berjalan aman dan lancar.

Rapat ini menjadi penegasan bahwa Pemkot Kendari tidak ingin menyisakan celah dalam penyelenggaraan event internasional tersebut. Seluruh detail dipastikan berjalan sesuai rencana, dengan mengedepankan koordinasi lintas sektor.

Dengan persiapan yang semakin matang, Kendari bersiap menyambut delegasi dunia, tidak hanya sebagai tuan rumah, tetapi juga sebagai kota yang siap menunjukkan kapasitasnya di panggung internasional.

Penulis: Sumarlin

Visited 19 times, 19 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow