Penulis : Redaksi

PATI, MITRANUSANTARA.ID – Kesatuan Pelaut dan Pekerja Perikanan Indonesia (KP3I) bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar sosialisasi kepemiluan bagi komunitas nelayan di kawasan pesisir Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman nelayan mengenai proses Pemilu sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam menyukseskan Pemilu 2029, Minggu (10/9/2026).

Sosialisasi tersebut membahas tahapan dan mekanisme Pemilu, hak politik warga negara, serta pentingnya penyelenggaraan pemilihan yang berlandaskan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (Luber Jurdil).

Kegiatan ini dihadiri Ketua Umum KP3I Sumardi, S.Pi., M.M., Sekretaris Jenderal KP3I M. Husni, A.Pi., ATT III, serta perwakilan KPU Provinsi Jawa Tengah, Nugraheni Yukiadhistiani, S.IP., M.M., yang menjabat Kepala Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat.

Turut hadir Dosen IAIN Makassar Dr. Abdullah, A.Pi., M.M., serta Meylion Datti, A.Pi., M.Si., yang dalam materi kegiatan disebut sebagai perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perdagangan.

Baca Juga  22 Provinsi Selesaikan Unggahan C.Hasil 100 Persen di Tingkat TPS, Proses Pemilu 2024 Terus Berjalan Lancar

Dalam pemaparannya, Nugraheni Yukiadhistiani menegaskan bahwa pelaksanaan Pemilu harus berpedoman pada peraturan perundang-undangan dan asas Luber Jurdil.

Menurut dia, pemahaman masyarakat terhadap proses kepemiluan menjadi bagian penting dalam membangun penyelenggaraan demokrasi yang berkualitas.

“Pemilu harus dilaksanakan dengan asas yang benar dan sesuai koridor hukum. Masyarakat harus menjadi pemilih yang cerdas dan memahami haknya,” ujar Nugraheni.

Ia menekankan pentingnya sosialisasi kepemiluan agar masyarakat, termasuk komunitas nelayan, memahami hak dan tanggung jawabnya sebagai pemilih.

Sementara itu, Dr. Abdullah mengingatkan masyarakat nelayan agar menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2029. Ia juga mengajak para peserta menentukan pilihan berdasarkan hati nurani tanpa tekanan maupun iming-iming dari pihak tertentu.

“Tahapan Pemilu saat ini sudah berjalan sesuai mekanismenya. Pilihlah wakil rakyat sesuai hati nurani. Jangan golput, karena demokrasi ini akan menentukan kehidupan bermasyarakat dan bernegara kita di masa yang akan datang,” tegas Abdullah.

Menurut dia, partisipasi masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam proses demokrasi. Karena itu, pemilih diharapkan tidak hanya menggunakan hak pilih, tetapi juga memahami proses pemilihan dan menentukan pilihan secara bertanggung jawab.

Baca Juga  Kardini Bidik Tiga Partai Untuk Maju di Pilkada Muna 2024

Dalam kesempatan yang sama,Ketua Umum KP3I Sumardi mengatakan, pelaut dan pekerja perikanan merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki hak serta tanggung jawab dalam kehidupan demokrasi.

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, KP3I mendorong komunitas nelayan agar mengikuti tahapan Pemilu dan berpartisipasi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pilihan itu adalah hak masing-masing individu. Kami dari KP3I mengajak seluruh nelayan dan pelaut untuk mengikuti setiap tahapan Pemilu dengan baik dan benar. Jadilah warga negara yang baik dengan berpartisipasi aktif pada Pemilu 2029 mendatang,” kata Sumardi.

Ia berharap kegiatan pendidikan pemilih dapat memperluas pemahaman masyarakat pesisir mengenai proses demokrasi dan mendorong keterlibatan mereka dalam menentukan wakil rakyat.

Sosialisasi yang berlangsung di Juwana tersebut mendapat respons dari para peserta. Nelayan yang hadir turut berdiskusi dan mengajukan pertanyaan mengenai berbagai hal terkait kepemiluan.

Kegiatan ini dinilai menjadi bagian dari upaya pendidikan politik bagi masyarakat pesisir menjelang Pemilu 2029. Melalui kolaborasi dengan penyelenggara Pemilu dan kalangan akademisi, KP3I berharap komunitas nelayan memiliki pemahaman yang memadai mengenai hak pilih serta mekanisme demokrasi.

Baca Juga  10 Tahun Pengalaman di DPRD Jadi Bekal AJB Membangun Kabupaten Muna yang Mandiri

Dengan pemahaman tersebut, masyarakat nelayan diharapkan dapat berpartisipasi secara sadar, bebas, dan bertanggung jawab dalam penyelenggaraan Pemilu.

Laporan: Aris

Visited 8 times, 8 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow