KENDARI, MITRANUSANTARA.ID– Setelah lebih dari satu dekade berada dalam predikat “Sakit”, Perumda Air Minum Tirta Anoa Kendari akhirnya mencatat perubahan status kinerja. Berdasarkan evaluasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI Perwakilan Sulawesi Tenggara, perusahaan air minum milik daerah itu naik menjadi kategori “Kurang Sehat” pada tahun buku 2025.
Perubahan tersebut menjadi penanda adanya perbaikan kinerja setelah berbagai pembenahan dilakukan manajemen.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Anoa Kendari, Sukriyaman, mengatakan proses perbaikan tidak dilakukan pada satu sektor saja, tetapi menyentuh sejumlah aspek penting dalam pengelolaan perusahaan.
Menurut Sukriyaman, pembenahan dimulai dari tata kelola manajemen, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), hingga perbaikan manajemen distribusi air kepada pelanggan.
“Setelah sekian lama berada dalam predikat ‘Sakit’, alhamdulillah peningkatan status ini menjadi bukti nyata bahwa kami terus berbenah dan berubah,” ujar Sukriyaman.
Berdasarkan Laporan Hasil Evaluasi Kinerja PDAM oleh BPKP RI Perwakilan Sulawesi Tenggara untuk perbandingan tahun buku 2024 dan 2025, indikator kinerja berdasarkan Kementerian PUPR menunjukkan peningkatan dari 1,65 pada 2024 menjadi 2,35 pada 2025.
Nilai 1,65 sebelumnya berada dalam kategori “Sakit”, sedangkan nilai 2,35 masuk kategori “Kurang Sehat”. Secara persentase, kenaikannya mencapai 42,4 persen.
Perbaikan juga terlihat pada indikator Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Nilai kinerja meningkat dari 45,89 pada 2024 menjadi 52,37 pada 2025, atau tumbuh sekitar 14,1 persen. Kedua indikator tersebut menjadi gambaran adanya pergerakan positif dalam kinerja perusahaan.
Sukriyaman menyebut perubahan itu tidak terlepas dari arahan dan dukungan Pemerintah Kota Kendari, khususnya Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, yang terus mendorong perusahaan melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Di sisi internal, peningkatan kapasitas SDM menjadi salah satu perhatian manajemen. Penguatan kemampuan pegawai dinilai penting karena kualitas sumber daya manusia berhubungan langsung dengan kemampuan perusahaan dalam mengelola operasional sekaligus merespons kebutuhan pelanggan.
Selain pembenahan tata kelola dan SDM, manajemen juga berupaya memperbaiki sistem distribusi air. Respons terhadap keluhan dan kebutuhan pelanggan menjadi bagian yang terus didorong agar pelayanan air bersih semakin optimal.
Namun, Sukriyaman menegaskan kenaikan status tersebut bukanlah garis akhir. Predikat “Kurang Sehat” justru menjadi pijakan untuk melanjutkan pembenahan hingga perusahaan mampu mencapai kategori “Sehat”.
“Perubahan status ini bukan akhir, tetapi menjadi motivasi untuk terus melangkah menuju predikat Sehat,” tegasnya.
Melalui semangat “Komitmen Menuju Sehat”, manajemen dan seluruh staf Perumda Air Minum Tirta Anoa Kendari berkomitmen melanjutkan transformasi perusahaan, termasuk pembenahan infrastruktur, penguatan manajemen dan peningkatan responsivitas pelayanan.
Target akhirnya bukan sekadar memperbaiki angka penilaian, tetapi memastikan masyarakat Kota Kendari memperoleh layanan air bersih yang semakin optimal, andal dan berkelanjutan.
Penulis: Sumarlin





