KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Sebuah aset pemerintah yang sempat tidak dimanfaatkan kini kembali dihidupkan untuk mendukung pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di Kota Kendari. Sentra IKM Olahan Pangan Kota Kendari resmi diluncurkan bersamaan dengan kegiatan Semarak IKM Merdeka, Kamis (10/9/2026).
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran mengatakan, keberadaan sentra tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi tempat kegiatan, tetapi mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat dan memperkuat pelaku usaha lokal.
Menurut Siska, fasilitas yang berada di Kecamatan Kendari Barat tersebut merupakan bantuan pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) pada 2021. Namun, dalam perjalanannya, aset itu sempat kosong dan tidak dimanfaatkan secara optimal.
“Ini kalau menurut saya bisa kita bilang terbengkalai, tidak dimanfaatkan,” kata Siska.
Saat melakukan peninjauan bersama Wakil Wali Kota, Siska mengaku mempertanyakan kondisi aset tersebut. Ia kemudian mendorong Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Kendari untuk mengoptimalkan kembali fasilitas yang tersedia.
Langkah tersebut mulai terealisasi setelah Kepala Disnakerperin Farida Agustina menginisiasi pemanfaatan Sentra IKM Olahan Pangan tersebut.
Siska menyebut Kota Kendari memiliki sekitar 600 IKM khusus sektor olahan pangan yang mampu menyerap kurang lebih 1.500 tenaga kerja. Potensi tersebut dinilai cukup besar jika didukung fasilitas, pemasaran dan ekosistem usaha yang memadai.
“Coba bayangkan kalau tempat ini kita tidak gunakan, kita kasih mubazir, berapa potensi yang kita hilangkan,” ujarnya.
Ia menilai sentra IKM dapat memberikan multiplier effect yang lebih luas. Selain menjadi ruang pengembangan usaha, lokasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan promosi, pemasaran, pertunjukan maupun aktivitas ekonomi masyarakat lainnya.
Siska berharap optimalisasi sentra tersebut ikut memperkuat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Kendari.
Dalam kesempatan itu, Siska juga menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Kendari pada triwulan pertama 2026 mencapai 7,78 persen. Berdasarkan rilis Kementerian Dalam Negeri yang disampaikannya, angka tersebut menempatkan Kendari dalam tiga besar pertumbuhan ekonomi kota secara nasional, setelah Palopo dan Pekanbaru.
Pertumbuhan ekonomi tersebut, menurut Siska, berkaitan dengan sejumlah indikator, mulai dari produksi barang dan jasa, pendapatan per kapita, konsumsi masyarakat hingga penurunan angka pengangguran dan stabilitas harga.
Namun, pemerintah masih menghadapi pekerjaan rumah dalam menekan angka pengangguran. Saat ini jumlah pengangguran di Kota Kendari disebut masih berada di kisaran 10 ribu orang.
Karena itu, pengembangan IKM menjadi salah satu cara yang diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru. Sebelumnya, pemerintah juga telah menggelar job fair dan kini kembali mendorong sektor usaha lokal melalui Sentra IKM Olahan Pangan.
Siska meminta pelaku IKM tidak berhenti pada keberanian memulai usaha. Mereka didorong terus berinovasi, menjaga kualitas produk, memperhatikan kebersihan dan keamanan pangan, memperbaiki kemasan serta memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pemasaran.
Pemerintah Kota Kendari juga membuka peluang dukungan permodalan bagi pelaku UMKM melalui skema pembiayaan tanpa bunga dan tanpa agunan. Siska menyebut nilai modal yang dapat difasilitasi paling kurang sekitar Rp5 juta, dengan mekanisme pengembalian yang disesuaikan.
Namun, ia mengingatkan bantuan tersebut harus diberikan kepada pelaku usaha yang benar-benar menjalankan kegiatan usaha.
“Yang dibutuhkan saat ini adalah semangat dari Bapak/Ibu saja. Karena kalau Bapak/Ibu sudah tidak semangat, pemerintah juga tidak bisa berbuat apa-apa,” tegasnya.
Kepala Disnakerperin Kota Kendari Farida Agustina mengatakan Semarak IKM Merdeka dan peluncuran Sentra IKM Olahan Pangan menjadi wadah promosi, pengembangan usaha dan penguatan jejaring kewirausahaan.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 10-12 September 2026, dengan berbagai agenda, di antaranya talkshow kewirausahaan, sosialisasi olahan pangan, program BPJS Ketenagakerjaan, pasar IKM olahan pangan dan Gerakan Pangan Murah.
Selain itu, tersedia pelayanan administrasi kependudukan, donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, senam bersama serta lomba mewarnai untuk anak usia PAUD/TK.
Farida mengatakan rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk mempertemukan pelaku usaha, pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, komunitas dan masyarakat.
Untuk mengaktifkan fasilitas ini Wali Kota telah memerintahkan agar penjual ikan bakar disekitar pelabuhan Feri Wawonii masuk kedalam kawasan sentra IKM.
Penulis: Sumarlin



