KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, memastikan keikutsertaan Pemerintah Kota Kendari pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Medan tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta segera menerjemahkan berbagai gagasan, inovasi, dan praktik terbaik yang diperoleh menjadi program nyata bagi masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Siska saat memimpin rapat evaluasi hasil Rakornas APEKSI bersama Wakil Wali Kota Kendari Sudirman, Sekretaris Daerah, dan sejumlah kepala OPD di Ruang Rapat Wali Kota Kendari, Selasa (7/7/2026).
Menurut Siska, forum nasional seperti APEKSI merupakan ruang belajar sekaligus kesempatan membangun jejaring antardaerah. Karena itu, setiap OPD yang mengikuti forum tematik diwajibkan memaparkan hasil yang diperoleh sekaligus menyusun langkah implementasi sesuai kebutuhan Kota Kendari.
“Jangan sampai kita mengikuti kegiatan hanya sekadar hadir. Harus ada manfaat yang dibawa pulang untuk diterapkan di Kota Kendari. Semua pengalaman, inovasi, dan praktik baik yang diperoleh harus menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut,” tegasnya.
Siska meminta setiap kepala OPD mampu mengidentifikasi inovasi yang relevan untuk diterapkan, baik dalam peningkatan pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, maupun penguatan kapasitas fiskal daerah.
Salah satu perhatian dalam rapat tersebut adalah hasil komunikasi Pemerintah Kota Kendari dengan sejumlah pemerintah daerah selama Rakornas APEKSI, termasuk menerapkan praktik baik dari Pemerintah Kota Pekanbaru. Menurut Siska, sejumlah kebijakan yang diterapkan Kota Pekanbaru layak dipelajari sebagai referensi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pemerintah Kota Kendari, kata dia, akan mengkaji lebih lanjut strategi optimalisasi penerimaan daerah melalui pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), sistem perparkiran, hingga penguatan pelayanan perpajakan yang tetap mengedepankan kemudahan bagi masyarakat.
Selain persoalan PAD, rapat evaluasi juga secara khusus membahas penanganan kebersihan dan pengelolaan sampah. Wali Kota meminta seluruh perangkat daerah terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem yang selama ini berjalan, sekaligus mempelajari praktik-praktik yang telah berhasil diterapkan di daerah lain.
Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya melalui pengangkutan, tetapi membutuhkan tata kelola yang terintegrasi mulai dari pengurangan timbulan sampah, peningkatan partisipasi masyarakat, hingga penguatan koordinasi lintas OPD.
Rapat berlangsung dinamis dengan pemaparan dari masing-masing OPD yang mengikuti forum tematik selama Rakornas APEKSI. Setiap perangkat daerah menyampaikan hasil pembelajaran, peluang kerja sama, serta rekomendasi program yang dinilai dapat diadaptasi di Kota Kendari.
Penulis Sumarlin



