Penulis : Redaksi

JAKARTA, MITRANUSANTARA.ID – Dukungan terhadap pelaksanaan Festival Budaya Muna 2026 terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat Wuna di tanah rantau. Kali ini, apresiasi dan dukungan datang dari Kerukunan Wuna Barakati Jakarta yang mengajak seluruh masyarakat Wuna untuk bersama-sama menyukseskan perhelatan budaya terbesar masyarakat Muna di Sulawesi Tenggara tersebut.

Festival Budaya Muna 2026 yang digagas Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara akan digelar pada 19 Juli 2026 di kawasan Eks MTQ dan Tugu Religi Kota Kendari dengan mengusung tema “Merajut Persaudaraan, Melestarikan Adat dalam Semangat Kawunaha yang Luhur Menuju Indonesia Emas 2045.”

Ketua Kerukunan Wuna Barakati Jabodetabek, Wa Ode Kartika Sari, menyampaikan apresiasi atas inisiatif KKMM Sulawesi Tenggara yang dinilai berhasil menghadirkan ruang pemersatu masyarakat Wuna melalui pendekatan budaya dan tradisi.

Menurutnya, festival tersebut bukan hanya menjadi ajang pertunjukan budaya, melainkan momentum penting untuk memperkuat identitas masyarakat Wuna sekaligus menanamkan kecintaan terhadap adat dan tradisi kepada generasi muda.

“Festival Budaya Muna 2026 adalah ikhtiar bersama untuk menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi penerus. Di tengah derasnya arus globalisasi, budaya menjadi fondasi yang mengingatkan kita tentang siapa diri kita dan dari mana kita berasal,” ujar Wa Ode Kartika Sari kepada mitranusantara.id, Minggu (21/6/2025).

Baca Juga  ASR Optimis PPP Kembali Berjaya di Sultra

Ia menilai semangat Kawunaha yang menjadi ruh kegiatan tersebut merupakan nilai luhur yang telah diwariskan oleh para pendahulu masyarakat Wuna dan harus terus dijaga sebagai kekuatan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

“Persaudaraan, gotong royong, saling menghormati, dan rasa memiliki terhadap sesama adalah nilai-nilai yang terkandung dalam Kawunaha. Nilai inilah yang selama ini membuat masyarakat Wuna tetap kuat, baik di kampung halaman maupun di tanah rantau,” katanya.

Wa Ode Kartika Sari juga mengajak kaum perempuan dan generasi muda Wuna untuk mengambil bagian dalam upaya pelestarian budaya daerah. Menurutnya, keberlangsungan adat dan tradisi sangat bergantung pada keterlibatan generasi penerus dalam mengenal, memahami, dan mencintai budayanya sendiri.

“Perempuan memiliki peran penting dalam mewariskan nilai-nilai budaya di lingkungan keluarga. Begitu pula generasi muda yang akan menjadi penjaga estafet peradaban budaya Wuna di masa depan. Karena itu, mari kita jadikan festival ini sebagai ruang belajar, ruang berkarya, sekaligus ruang mempererat persaudaraan,” ungkapnya.

Ia berharap pelaksanaan Festival Budaya Muna 2026 dapat berlangsung sukses dan menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Wuna di mana pun berada.

Baca Juga  Refleksi HUT ke-62 Sulawesi Tenggara: Antara Kekuasaan, Harmoni, dan Arah yang Harus Dijaga

“Ketika budaya dirawat bersama, sesungguhnya kita sedang menjaga jati diri dan kehormatan leluhur. Mari kita hadir dengan hati yang tulus, bergandengan tangan dalam semangat Kawunaha, dan menunjukkan kepada Indonesia bahwa masyarakat Wuna adalah masyarakat yang kaya budaya, kuat dalam persaudaraan, serta bangga terhadap identitasnya,” tuturnya.

Untuk diketahui, Festival Budaya Muna 2026 sendiri akan menghadirkan berbagai atraksi budaya khas Muna seperti Kabasano Haroa, penyajian 1.000 dulang yang ditargetkan memecahkan rekor MURI, Perkelahian Kuda, Modero, Tari Linda, hingga Ewa Wuna.

Melalui kegiatan tersebut, KKMM Sulawesi Tenggara berharap budaya Wuna tidak hanya tetap lestari, tetapi juga semakin dikenal luas sebagai salah satu kekayaan budaya bangsa yang memiliki nilai historis, sosial, dan filosofis yang tinggi.

Laporan: Novrizal

Visited 6 times, 6 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow