SUPIORI, MITRANUSANTARA.ID – Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Supiori, Papua, dilaporkan mencapai progres fisik sekitar 45 hingga 60 persen pada September–Oktober 2026. Program yang menjadi bagian dari prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini mencakup enam lokasi untuk memperkuat sarana perikanan dan mendukung perekonomian masyarakat pesisir.
Sejumlah kampung yang masuk dalam pengembangan program tersebut antara lain Kampung Waryesi, Kampung Duber, Kampung Doubo, dan Kampung Marsram di Distrik Supiori Timur. Pembangunan KNMP juga berlangsung di Kampung Insumbrei, Distrik Kepulauan Aruri.
Program ini dirancang untuk memperbaiki dukungan terhadap kegiatan perikanan, mulai dari penangkapan, penanganan hasil tangkapan, penyimpanan, hingga pemasaran. Fasilitas yang direncanakan meliputi dermaga, tempat pelelangan ikan (TPI), gudang pendingin (cold storage), pabrik es, balai pelatihan, sentra kuliner, menara pandang, serta sistem drainase dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
Selain pembangunan infrastruktur, dukungan terhadap nelayan juga mencakup penyediaan armada dan pembinaan keterampilan, termasuk pembuatan kapal berbahan serat kaca (fiber). Ketersediaan fasilitas tersebut diharapkan membantu nelayan menjaga mutu ikan dan memperluas akses pemasaran.
Yehezkel Wororomi menilai program KNMP dapat membantu nelayan memperluas jangkauan penangkapan ikan melalui dukungan armada dan fasilitas yang lebih memadai.
“Program ini luar biasa sekali karena membantu teman-teman nelayan memperluas jangkauan mencari ikan. Dengan perahu yang lebih memadai dan dukungan fasilitas lengkap, kesejahteraan mereka dapat diangkat secara berkelanjutan,” ujar Yehezkel Wororomi, dalam keterangan yang di himpun media ini, Sabtu (24/10/2026).
Menurutnya, dukungan sarana perikanan menjadi salah satu kebutuhan penting bagi nelayan untuk menunjang kegiatan melaut. Meski demikian, keberhasilan program dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga bergantung pada pengelolaan fasilitas, biaya operasional, ketersediaan bahan bakar, serta akses terhadap pembeli dan pasar.
Pembangunan KNMP di Supiori merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekonomi masyarakat pesisir melalui pengembangan kawasan perikanan yang terintegrasi. Secara nasional, program ini diarahkan untuk menjangkau ribuan lokasi hingga 2029.
Setelah pembangunan selesai, pemanfaatan fasilitas akan menjadi tahap penting berikutnya. Pengelola perlu memastikan sarana yang tersedia dapat digunakan oleh kelompok nelayan, dirawat secara berkelanjutan, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Hingga berita ini disusun, rincian progres pembangunan pada masing-masing lokasi, nilai anggaran, jumlah armada yang disediakan, serta jadwal penyelesaian dan operasional fasilitas belum dapat dipastikan dari informasi yang tersedia. (Red).









