KENDARI, MITRANUSANTARA.ID– Kota Kendari menjadi salah satu dari enam daerah di Indonesia yang lolos ke tahap verifikasi akhir penilaian penyelenggaraan sistem pengelolaan sanitasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Tim penilai pusat bersama Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Tenggara turun langsung memeriksa kondisi fasilitas sanitasi di Kota Kendari, Senin (26/10/2026).
Verifikasi ini menjadi tahapan penting untuk menguji kesesuaian dokumen dan laporan pemerintah daerah dengan kondisi nyata di lapangan. Dari enam daerah yang terpilih, terdiri atas tiga kota dan tiga kabupaten, Kendari berpeluang menunjukkan kualitas pengelolaan sanitasi perkotaan di tingkat nasional.
Wali Kota Kendari dr. Siska Karina Imran, menyambut tim penilai sekaligus menegaskan bahwa evaluasi tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki mutu layanan sanitasi.
“Pemerintah Kota Kendari menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program-program penataan lingkungan hidup secara komprehensif,” ujarnya.
Menurut Siska, penilaian tidak semata-mata menjadi upaya meraih penghargaan, tetapi juga momentum untuk memastikan pengelolaan lingkungan berjalan lebih baik dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Dalam verifikasi tersebut, tim penilai tidak hanya mendengarkan paparan dari organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, tetapi juga memeriksa sarana pengelolaan sampah dan limbah cair. Dua fasilitas yang menjadi perhatian utama ialah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah dan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Kota Kendari.
Pemeriksaan mencakup kelayakan fasilitas, efektivitas pengolahan limbah, hingga keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Hasil peninjauan ini akan menjadi bagian dari penilaian terhadap pelaksanaan sistem sanitasi di daerah.
Tim penilai menjadwalkan verifikasi di Kendari berlangsung selama tiga hari, 26–28 Oktober 2026. Seluruh daerah terpilih harus menyelesaikan tahapan pemeriksaan agar rekapitulasi penilaian dapat diserahkan paling lambat 28 Oktober.
Siska berharap Kendari memperoleh hasil terbaik dalam penilaian tingkat nasional. Namun, ia menekankan bahwa tujuan utama pengelolaan sanitasi adalah mewujudkan kota yang bersih, sehat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Hasil verifikasi diharapkan tidak hanya menentukan posisi Kendari dalam penilaian, tetapi juga menjadi masukan untuk memperkuat infrastruktur dan tata kelola sanitasi demi meningkatkan kualitas hidup warga.
Sebelumnya, tim evaluasi telah melakukan verifikasi di Kabupaten Gresik dan Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Setelah pengolahan data dan penentuan peringkat oleh tim juri pusat, perwakilan enam daerah dijadwalkan menghadiri malam penganugerahan pada 30 Oktober mendatang.
Penulis: Sumarlin









