Penulis : Redaksi

KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Kelangkaan Minyak di sejumlah pasar di Kota Kendari mulai menjadi perhatian pemerintah daerah. Pemerintah Kota Kendari memastikan kondisi tersebut terjadi akibat tingginya kebutuhan masyarakat pascabanjir, ditambah distribusi pasokan yang belum maksimal ke wilayah Indonesia Timur.

Wali Kota Kendari  Siska Karina Imran, mengatakan stok minyak goreng bersubsidi di Kota Kendari habis karena tingginya kebutuhan masyarakat setelah bencana banjir melanda beberapa wilayah beberapa waktu lalu.

“Minyak ini karena kita kemarin sedang dilanda bencana, sehingga Bulog melalui Badan Pangan Nasional memberikan bantuan dan stoknya begitu langsung habis. Tetapi insyaAllah dalam waktu dekat, mudah-mudahan tidak lama lagi sudah tersedia kembali karena dalam mobilisasi dari luar ke sini,” ujar Siska.

Pernyataan itu sekaligus menanggapi keresahan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan Minyak di pasaran dalam beberapa hari terakhir.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Kendari, Syarifuddin menegaskan bahwa tidak ada kebijakan pembatasan pembelian Minyak di Kota Kendari. Menurutnya, persoalan utama saat ini adalah keterbatasan pasokan secara nasional, khususnya untuk wilayah Indonesia Tengah dan Timur.

Baca Juga  Masuk Musim Hujan, Wali Kota Kendari Turun Langsung Pantau Kerja Bakti dan Bersih Drainase

“Pertama kami luruskan bahwa tidak ada pembatasan pembelian minyak goreng. Hanya memang sekarang di pasaran lagi langka karena pasokan yang kurang,” katanya.

Ia menjelaskan, persoalan tersebut juga telah dibahas dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi bersama Kementerian Perdagangan dan Kementerian Dalam Negeri. Dalam rapat itu, pemerintah pusat meminta Bulog dan ID Food mempercepat distribusi Minyakita ke pasar rakyat.

Menurut Syarifuddin, selama ini distribusi Minyakita lebih banyak difokuskan ke wilayah Sumatera dan Jawa. Sementara daerah Indonesia Tengah dan Timur, termasuk Sulawesi Tenggara, baru mulai diprioritaskan untuk penambahan pasokan.

“Nah, kemarin diperintahkan supaya daerah Indonesia Tengah dan Timur segera dipasok juga. Pemasoknya Bulog dan ID Food,” jelasnya.

Ia menambahkan, Bulog menjadi pihak yang memegang kuota distribusi terbesar Minyakita. Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan asosiasi pedagang pasar agar distribusi minyak goreng bersubsidi itu bisa segera sampai ke pedagang dan pengecer.

Selain itu, pemerintah pusat juga meminta produsen maupun jaringan distribusi agar tidak menahan stok dan segera menyalurkan Minyakita ke pasar.

Baca Juga  67 Pedagang di Samping Pasar Lapulu Akan Ditertibkan, Perumda Siapkan Lapak Pengganti di Dalam Pasar

Pemkot Kendari berharap distribusi Minyakita bisa kembali normal dalam waktu dekat sehingga kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha tetap terpenuhi dan harga tetap terkendali.

“Mudah-mudahan minggu depan sudah mulai stabil lagi. Nanti akan dievaluasi lagi daerah mana yang pasokan dan harganya masih belum normal,” pungkas Syarifuddin.

Penulis: Sumarlin

Visited 19 times, 19 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow