Penulis : Redaksi

KENDARI, MITRANUSANTARA.ID– Menjelang pelaksanaan event internasional UCLG ASPAC pada Mei 2026, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, turun langsung meninjau kesiapan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Kamis (2/4/2026). Kunjungan ini difokuskan untuk memastikan produk lokal siap tampil dalam expo berskala internasional sekaligus memperkuat peran UMKM sebagai wajah ekonomi daerah.

Rangkaian kunjungan dimulai dari Rumah Rupa milik Chairil Anwar yang memproduksi kerajinan tangan, kemudian berlanjut ke Ariesta (Hombis) yang mengembangkan anyaman rotan, pandan, dan mendong. Wali kota juga menyambangi Hati Mulia di BTN PNS yang memproduksi anyaman nentu, sebelum menuju sentra tenun khas Kendari.

Di setiap titik kunjungan, Siska menekankan pentingnya pendampingan intensif dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, agar produk yang dihasilkan tidak hanya layak jual, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Ini bukan sekadar ikut expo, tapi bagaimana produk kita benar-benar siap dari kualitas, kemasan, sampai kapasitas produksinya,” tegasnya.

Salah satu titik yang mendapat perhatian khusus adalah The King Tenun di kawasan PDAM Rahandouna. Di tempat ini, wali kota mengaku bangga dengan karya seorang anak muda bernama Inal yang mampu menghasilkan tenun berkualitas secara otodidak dan telah melayani pesanan untuk kegiatan nasional.

Baca Juga  Wali Kota Kendari Jadwalkan Salat Idul Fitri di Lapangan Kancil, Dekatkan Diri dengan Masyarakat

Menurut Siska, potensi seperti ini harus didorong lebih jauh, termasuk dengan memperkuat produksi dan memperluas pasar. Pemerintah Kota Kendari bahkan langsung memesan kain tenun untuk dijadikan bagian dari goodie bag bagi tamu kehormatan UCLG ASPAC.

“Ternyata anak ini kreatif. Ini yang akan kita produksi banyak-banyak untuk dimasukkan dalam goodie bag, sebagai cendera mata khas Kota Kendari,” ujarnya.

Kunjungan kemudian ditutup di Ina Mandiri, Tobimeita, yang juga memproduksi tenun khas daerah. Di lokasi ini, pemkot kembali melakukan pemesanan tambahan untuk kebutuhan event internasional tersebut.

Siska juga menekankan pentingnya kemandirian produksi, termasuk alat tenun yang diharapkan dapat dibuat oleh pengrajin lokal. Ia bahkan mendorong pembelian alat dalam jumlah lebih banyak untuk mendukung kelompok pengrajin.

“Kalau bisa kita produksi sendiri, kenapa harus beli dari luar? Kita berdayakan pengrajin kita, kita cetak sendiri hasil kita,” katanya.

Selain itu, ia mendorong peran Dekranasda agar lebih aktif mengembangkan produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Menurutnya, sektor kerajinan memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan masyarakat jika dikelola secara serius.

Baca Juga  Wali Kota Kendari Naikkan Gaji Petugas Kebersihan di Tengah Lonjakan Sampah

Dalam kunjungan tersebut, wali kota didampingi Ketua Dekranasda serta sejumlah kepala OPD terkait, di antaranya Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, Dinas Pariwisata dan Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Kendari.

Melalui langkah ini, Pemerintah Kota Kendari berharap UMKM tidak hanya menjadi pelengkap dalam event internasional, tetapi tampil sebagai kekuatan utama yang memperkenalkan identitas budaya dan ekonomi lokal kepada dunia.

Penulis: Sumarlin

Visited 1 times, 1 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow