KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Pemerintah Kota Kendari memperkuat sinergi dengan PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) melalui penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama yang berlangsung, di gedung Bank Sultra, Kamis (2/4/2026). Kolaborasi ini diarahkan untuk mendorong digitalisasi transaksi keuangan daerah sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) secara lebih transparan dan akuntabel.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menegaskan kerja sama tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan langkah strategis untuk memperkuat sistem keuangan daerah berbasis teknologi. Ia menilai peran Bank Sultra sangat vital sebagai mitra pemerintah dalam membangun tata kelola keuangan yang modern dan efisien.
“Kerja sama ini menjadi langkah konkret untuk menghadirkan sistem transaksi yang cepat, aman, dan terintegrasi. Kita ingin tata kelola keuangan daerah semakin transparan dan berdampak langsung pada peningkatan kepercayaan publik,” ujar Siska.
Ia memaparkan, sinergi yang terbangun selama ini telah berkontribusi terhadap peningkatan PAD Kota Kendari. Pada 2024, PAD tercatat sebesar Rp343,3 miliar dan meningkat menjadi Rp409,5 miliar di 2025 atau tumbuh sekitar 19,28 persen.
Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari transformasi sistem keuangan serta dukungan layanan perbankan yang semakin adaptif terhadap kebutuhan pemerintah daerah.
Selain itu, Siska juga menyoroti kinerja positif sejumlah perusahaan daerah. Perumda Aneka Usaha yang sebelumnya sempat disarankan untuk ditutup, kini justru mampu mencatatkan lonjakan keuntungan signifikan. Sementara itu, Perumda Air Minum juga mengalami peningkatan pelanggan dan pendapatan, bahkan mampu menyelesaikan persoalan internal seperti tunggakan gaji pegawai.
“Ini bukti bahwa ketika dikelola dengan baik dan didukung sistem keuangan yang kuat, potensi daerah bisa berkembang maksimal,” katanya.
Lebih jauh, Pemkot Kendari kini mendorong integrasi sistem pembayaran dan pengawasan pajak berbasis digital. Seluruh pelaku usaha, termasuk UMKM, diarahkan untuk menggunakan layanan perbankan Bank Sultra, termasuk melalui pemasangan alat perekam pajak yang terhubung langsung dengan sistem transaksi.
Langkah ini, kata Siska, bertujuan memperluas basis pajak sekaligus memastikan seluruh aktivitas ekonomi tercatat dengan baik.
“Kita ingin semua potensi, termasuk usaha kecil dan sektor informal, bisa terdata dan berkontribusi terhadap pendapatan daerah. Ini bagian dari upaya membangun sistem yang adil dan berkelanjutan,” tegasnya.
Tidak hanya itu, Pemkot Kendari juga berencana menambah penyertaan modal ke Bank Sultra sebagai bentuk penguatan kemitraan jangka panjang. Investasi tersebut dinilai strategis karena mampu memberikan kontribusi dividen bagi daerah.
Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, menyatakan kerja sama ini menjadi momentum penting dalam memperkuat layanan keuangan daerah, khususnya melalui pengembangan teknologi transaksi dan sistem pembayaran digital.
Ia menambahkan, Bank Sultra juga akan menghadirkan inovasi layanan, termasuk penggunaan QRIS dalam pembayaran pajak dan retribusi daerah, guna memudahkan masyarakat sekaligus meningkatkan efisiensi.
Dengan penguatan sinergi ini, Pemerintah Kota Kendari optimistis mampu membangun sistem keuangan yang lebih modern, memperluas basis pendapatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kami berkomitmen menghadirkan layanan transaksi yang lebih mudah, cepat, dan aman, termasuk melalui penerapan sistem pembayaran digital seperti QRIS untuk pajak dan retribusi daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan layanan teknologi keuangan, digitalisasi sistem pembayaran dan pemungutan pajak daerah, hingga penempatan dana pemerintah daerah. Menurutnya, integrasi sistem ini akan memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan keuangan daerah.
Selain itu, Bank Sultra juga membuka peluang dukungan lebih luas, termasuk peningkatan kontribusi melalui program corporate social responsibility (CSR) guna mendukung pembangunan daerah. Dengan kolaborasi yang semakin erat, diharapkan berbagai inovasi yang dihadirkan dapat memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kota Kendari.
Diakhir acara Wali Kota Kendari menyerahkan SPPT PBB pada 11 kecamatan se Kota Kendari
Penulis: Sumarlin


