JAKARTA, MITRANUSANTARA.ID – Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan pemerintah akan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus mempertahankan kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Hal itu disampaikan Suahasil dalam paparannya mengenai realisasi APBN hingga Agustus 2026, Jumat (18/9/2026).
Suahasil mengatakan perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan di tengah dinamika ekonomi global. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi ditopang oleh permintaan domestik yang tetap terjaga, stabilitas ekonomi, serta sinergi kebijakan fiskal dan moneter.
“Di tengah dinamika global, pertumbuhan kita terus terjaga, permintaan domestik cukup kuat, stabilitas ekonomi kita jaga, dan sinergi kebijakan makro, yaitu kebijakan fiskal dan kebijakan moneter kita jaga dengan baik,” ujar Suahasil dalam paparannya.
Ia menjelaskan, APBN memiliki peran dalam mendorong aktivitas ekonomi dan investasi sekaligus mendukung agenda pembangunan pemerintah serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Selain menjalankan fungsi sebagai instrumen pertumbuhan, Suahasil menekankan APBN juga harus menjalankan fungsi perlindungan terhadap masyarakat.
“APBN hadir untuk melindungi masyarakat,” katanya.
Menurut Suahasil, fungsi tersebut antara lain diwujudkan melalui berbagai program pemerintah, seperti subsidi, kompensasi, Program Keluarga Harapan (PKH), perlindungan sosial, serta kebijakan untuk menjaga daya beli dan kesejahteraan masyarakat.
APBN juga diarahkan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Karena itu, Suahasil menekankan pentingnya menjaga kredibilitas APBN. Pemerintah, kata dia, perlu terus memperkuat pendapatan negara, sementara belanja harus semakin efektif dan produktif dengan tetap memperhatikan efisiensi.
“Pendapatan harus kita perkuat, belanja harus makin efektif, produktif, tapi harus tetap efisien, dan defisit kita kelola secara sehat dan terkendali,” ujarnya.
Dalam slide penutup paparannya, terdapat empat poin utama yang ditekankan, yakni perekonomian Indonesia resilien, APBN menumbuhkan, APBN melindungi, dan APBN harus tetap kredibel.
Pada poin pertama, pemerintah menilai pertumbuhan ekonomi tetap ditopang permintaan domestik, stabilitas ekonomi, serta sinergi kebijakan fiskal dan moneter.
Sementara itu, APBN disebut berperan mendorong aktivitas ekonomi dan investasi serta mendukung agenda pembangunan prioritas pemerintah dan pertumbuhan berkelanjutan.
Pada sisi perlindungan, APBN diarahkan untuk menjaga daya beli dan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pemberdayaan ekonomi.
Adapun kredibilitas APBN dijaga melalui penguatan pendapatan, efektivitas dan produktivitas belanja, efisiensi, serta pengelolaan defisit secara sehat dan terkendali.
“Pemerintah akan terus menjaga momentum pertumbuhan, sekaligus kredibilitas APBN, sehingga stabilitas ekonomi, akselerasi pembangunan dan kepercayaan dari seluruh pemangku ekonomi, pemangku perekonomian Indonesia bisa kita jaga secara simultan,” kata Suahasil.
Dalam paparan yang sama, layar presentasi juga mencantumkan informasi mengenai penarikan utang negara per Agustus sebesar Rp506 triliun.
Paparan tersebut merupakan salah satu agenda awal Suahasil setelah resmi menjabat sebagai Menteri Keuangan. Suahasil dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Senin (14/9/2026) melalui Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026.





