Penulis : Redaksi

KENDARI, MITRANUSANTARA.ID– Pemerintah Kota Kendari mendorong perpustakaan sekolah dan lingkungan masyarakat bertransformasi menjadi pusat pengetahuan yang aktif menjawab kebutuhan warga. Akreditasi didorong bukan sekadar pemenuhan administrasi, tetapi menjadi instrumen untuk mengukur sekaligus memperbaiki kualitas pengelolaan dan pelayanan perpustakaan.

Pesan tersebut disampaikan dalam Sosialisasi dan Advokasi Akreditasi Perpustakaan Tahun 2026 yang digelar di Ruang Samaturu, Balai Kota Kendari, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan dibuka Asisten III Setda Kota Kendari La Ode Abdul Manas Salihin yang mewakili Wali Kota Kendari. Asisten III mengungkapkan, perpustakaan memiliki peran lebih luas daripada sekadar tempat menyimpan dan meminjam buku. Perpustakaan merupakan pusat pembelajaran dan pengetahuan yang dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Karena itu, akreditasi perpustakaan berdasarkan Peraturan Perpustakaan Nasional Nomor 2 Tahun 2022 diharapkan tidak dipersepsikan sebagai beban bagi pengelola.

Akreditasi justru menjadi sarana evaluasi untuk melihat sejauh mana tata kelola, pelayanan, koleksi, serta berbagai komponen perpustakaan telah memenuhi standar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga  Ketua HIPMI Sultra Jagokan Akbar Himawan Buchari Jadi Menpora: Figur Visioner untuk Pemuda Indonesia

“Perpustakaan tidak sekadar tempat menyimpan dan meminjam buku, melainkan pusat pengetahuan dan pembelajaran yang berperan strategis membangun sumber daya manusia yang berkualitas, cerdas, dan berdaya saing,” ungkap Asisten III.

Pengelola perpustakaan juga didorong membangun layanan yang lebih aktif, inklusif, berkualitas dan adaptif terhadap perubahan. Pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman, tetapi diterapkan dalam pengelolaan perpustakaan masing-masing.

Perubahan yang diharapkan bukan hanya terlihat dari terpenuhinya dokumen akreditasi, melainkan dari meningkatnya kualitas layanan. Perpustakaan yang sebelumnya pasif diharapkan menjadi lebih aktif, tidak hanya menyediakan koleksi tetapi mampu menghadirkan solusi, serta tidak berhenti pada pemenuhan standar tetapi memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Kendari Rukmana menjelaskan, kegiatan tersebut memiliki tiga sasaran utama. Pertama, memberikan pemahaman mengenai pentingnya akreditasi. Kedua, mendorong pengelola menyiapkan dokumen dan memenuhi komponen penilaian.

“Ketiga, meningkatkan jumlah perpustakaan yang terakreditasi di Kota Kendari pada 2026,” katanya.

Sebanyak 150 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka mewakili 75 perpustakaan sekolah di lingkungan Pemerintah Kota Kendari, dengan peserta lainnya berasal dari unsur kepala sekolah, lurah, pengelola perpustakaan dan pustakawan.

Baca Juga  Pemkot Kendari Akan Bersihkan 23 Bangkai Kapal di Teluk Kendari

Materi akreditasi disampaikan dua narasumber dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, yakni Pustakawan Ahli Utama Drs. Nurcahyono, S.S., M.Si dan Pustakawan Ahli Madya Darwanto, S.Sos.

Melalui pendampingan tersebut, pengelola perpustakaan diharapkan semakin memahami instrumen akreditasi, menyiapkan dokumen pengelolaan secara lebih matang, serta menerapkan Standar Nasional Perpustakaan secara menyeluruh.

Penulis: Sumarlin

Visited 1 times, 1 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow