KENDARI, MITRANUSANTARA.ID– Pemerintah Kota Kendari memperkuat langkah menjaga stabilitas harga pangan di tengah mulai meningkatnya harga sejumlah kebutuhan pokok. Salah satunya melalui pelaksanaan pasar murah yang melibatkan 10 distributor sekaligus penyaluran bantuan beras bagi warga kurang mampu di sekitar lokasi kegiatan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari Abdul Rauf mengatakan, sebanyak 750 paket bantuan beras premium masing-masing 5 kilogram disiapkan untuk masyarakat Kota Kendari, khususnya warga yang berada di sekitar lokasi kegiatan.
Bantuan tersebut diberikan secara gratis dan tidak disertai pungutan maupun embel-embel tertentu. Penyalurannya dilakukan melalui Bulog dengan penerima yang telah mendapatkan kupon.
“Ini gratis. Bantuan ini tidak ada embel-embelnya. Siapa yang ada kuponnya, langsung kita berikan berasnya,” jelas Abdul Rauf.
Menurutnya, bantuan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah membantu warga yang belum memperoleh bantuan pangan sebelumnya. Penerima diarahkan kepada masyarakat yang memang membutuhkan atau masuk kelompok kurang mampu.
“Yang belum dapat bantuan yang kemarin 30 kilo, tentu hari ini diberikan. Tentu yang kurang mampu,” ujarnya.

Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang tengah memperkuat intervensi pangan menghadapi kenaikan harga dan dampak musim kemarau.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan saat melakukan monitoring persiapan penyaluran bantuan pangan periode Oktober-Desember 2026 di Kendari, Selasa (6/10/2026), mengatakan pemerintah telah menyiapkan bantuan beras sebanyak 1 juta ton untuk 33,2 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Bantuan tersebut menyasar masyarakat pada desil 1 hingga desil 4. Setiap penerima akan memperoleh 10 kilogram beras per bulan selama tiga bulan, sehingga bantuan Oktober, November dan Desember akan diberikan sebanyak 30 kilogram.
Zulkifli mengatakan kebijakan tersebut penting untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama ketika harga beras mulai bergerak naik memasuki musim kemarau.
“Ini kebutuhan pokok, kebutuhan dasar masyarakat kita, yaitu beras,” kata Zulkifli.
Selain bantuan langsung, pemerintah pusat juga menyiapkan operasi pasar beras subsidi sebanyak 1 juta kilogram. Beras tersebut akan disalurkan Bulog ke pasar-pasar tradisional dengan harga Rp12.500 per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga pasar yang disebut berada di kisaran Rp15.000 per kilogram.
Zulkifli juga meminta pemerintah daerah memperbanyak pasar murah. Menurut dia, intervensi pemerintah daerah, meskipun nilainya tidak besar, tetap memiliki arti penting bagi masyarakat sekaligus membantu mengendalikan inflasi.
“Kalau harga naik Rp1.000 saja, itu berharga, penting,” ujarnya.
Di Kendari, upaya tersebut diterjemahkan Pemkot melalui pasar murah yang melibatkan 10 distributor. Kegiatan ini menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menekan potensi kenaikan harga di tingkat konsumen.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka menyampaikan bahwa pemerintah provinsi terus mendukung kebijakan pangan pemerintah pusat. Ia melaporkan penyaluran bantuan pangan periode Juli-September telah mencapai 9,47 juta kilogram dari target 9,72 juta kilogram atau 97,42 persen.
Untuk beras SPHP, realisasi penyaluran bahkan mencapai 24,67 juta kilogram dari target 16,21 juta kilogram atau 152 persen. Capaian tersebut disebut sebagai yang tertinggi di Indonesia.
Pemprov Sultra juga telah melaksanakan Gerakan Pangan Murah sebanyak 230 kali di 17 kabupaten/kota sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas harga.
Gubernur menegaskan penyaluran bantuan pangan harus dilakukan secara tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah, tepat kualitas dan tepat administrasi.
Di Sultra, pemerintah juga telah menyiapkan 750 ribu kilogram beras untuk mendukung kebutuhan masyarakat. Selain itu, tersedia cadangan hingga 1 juta kilogram apabila kebutuhan di lapangan meningkat.
Bagi Pemkot Kendari, intervensi pangan tidak hanya menyangkut penyaluran bantuan, tetapi juga menjaga agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap bahan pokok dengan harga yang terjangkau.
Dengan pasar murah yang melibatkan distributor dan bantuan beras gratis bagi warga kurang mampu, pemerintah berharap tekanan harga pangan dapat ditekan sekaligus memastikan masyarakat, khususnya kelompok rentan, tetap memperoleh kebutuhan pangan di tengah dinamika harga menjelang akhir tahun.
Penulis: Sumarlin










