Penulis : Redaksi

KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-195 Kota Kendari berlangsung khidmat dan penuh nuansa budaya di Lapangan Upacara Balai Kota Kendari, Sabtu (9/5/2026). Perayaan tahun ini terasa berbeda karena dirangkaikan dengan pelaksanaan forum internasional UCLG ASPAC 2026 yang menghadirkan delegasi dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik.

Upacara diawali dengan pemutaran video dokumenter sejarah terbentuknya Kota Kendari yang menggambarkan perjalanan panjang daerah tersebut dari masa ke masa hingga berkembang menjadi pusat pemerintahan dan jasa di Sulawesi Tenggara.

Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wijayagus, bertindak sebagai inspektur upacara dengan mengenakan pakaian adat Tolaki. Nuansa kearifan lokal juga tampak dari para pejabat dan tamu undangan yang seluruhnya mengenakan busana adat suku Tolaki.

Turut hadir Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Penjabat Sekda Sultra, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, Wakil Wali Kota Kendari, Ketua DPRD, anggota DPD RI, Forkopimda, kepala OPD, serta sejumlah kepala daerah dari wilayah sekitar.

Hadir pula Bupati Konawe Selatan, Wakil Bupati Konawe, mantan Wali Kota Kendari Ir Asrun, hingga mantan Wakil Wali Kota Kendari Andi Musakkir Mustafa.

Baca Juga  Sejumlah Baliho Yudhi-Nirna Dirusak, Tim Pemenangan Himbau Masyarakat Ciptakan Pemilu Damai

Dalam amanat Menteri Dalam Negeri yang dibacakan Wamendagri, pemerintah pusat memberikan apresiasi atas capaian pembangunan Kota Kendari yang dinilai terus menunjukkan perkembangan signifikan di berbagai sektor.

Menurut Akhmad Wijayagus, peringatan HUT ke-195 menjadi momentum penting karena bertepatan dengan pelaksanaan UCLG ASPAC 2026 yang menempatkan Kendari sebagai pusat perhatian pemerintahan daerah se-Asia Pasifik.

“Kepercayaan dunia internasional untuk menyelenggarakan konferensi di kota ini adalah pengakuan atas kapasitas Kendari sebagai kota MICE yang setara dengan kota-kota besar di dunia,” ujar Akhmad Wijayagus saat membacakan sambutan Mendagri.

Ia menilai keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan Kota Kendari berada di jalur yang tepat dengan memadukan modernisasi perkotaan dan kekuatan budaya lokal.

Tema HUT ke-195 Kota Kendari tahun ini yakni “Bersatu dalam Kerukunan, Maju dalam Pembangunan, Mendunia Bersama Kota Kendari” disebut menjadi representasi arah pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi ekonomi, tetapi juga menjaga identitas budaya dan inklusivitas sosial.

Pemerintah pusat juga menyoroti sejumlah capaian indikator makro Kota Kendari yang dinilai cukup progresif. Pertumbuhan ekonomi Kota Kendari tercatat mencapai 5,16 persen atau melampaui pertumbuhan nasional. Sementara inflasi berhasil dijaga di angka 2,96 persen melalui kerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Baca Juga  Porprov 2026 Segera Ditentukan, Kota Kendari Dinilai Paling Siap Jadi Tuan Rumah

Tak hanya itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Kendari mencapai 86,36 dan menempatkan daerah tersebut di posisi keenam secara nasional. Pendapatan per kapita masyarakat juga mencapai Rp85,16 juta.

Menurut Wamendagri, capaian tersebut menjadi bukti bahwa investasi pemerintah di sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi telah dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa Kendari memiliki posisi strategis sebagai gerbang logistik, perdagangan, dan jasa di kawasan Jazirah Sulawesi Tenggara. Potensi ekonomi biru melalui optimalisasi Teluk Kendari dinilai mampu memperkuat sektor pariwisata bahari dan distribusi komoditas unggulan.

Dalam arah pembangunan ke depan, pemerintah pusat meminta daerah untuk tidak lagi bekerja dengan pola rutin semata, melainkan mampu menangkap peluang strategis melalui program prioritas nasional dan Asta Cita Presiden.

Kendari didorong memperkuat perannya sebagai service hub bagi kawasan industri pertambangan dan pertanian di Sulawesi Tenggara, terutama dalam mendukung agenda hilirisasi nasional.

Selain itu, pemerintah juga menekankan lima pilar utama peningkatan kapasitas daerah, mulai dari penguatan tata kelola pemerintahan, percepatan infrastruktur, pembangunan berkelanjutan, laboratorium inovasi bagi generasi muda, hingga penguatan ketahanan sosial dan budaya.

Baca Juga  HUT ke-195, Pemkot Kendari Hapus Denda Pajak Dorong Kepatuhan Wajib Pajak

Di tengah arus globalisasi dan modernisasi kota, Wamendagri mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai kearifan lokal sebagai identitas daerah.

“Yang kita lihat hari ini di Kendari adalah cermin masa depan Indonesia, kota yang modern namun tetap menjaga akar budayanya,” tutupnya.

Pada kesempatan itu Wamendagri juga menyerahkan bantuan sebesar Rp195 juta pada 195 pengusaha UMKM di Kota Kendari, berasal dari Baznas.

Penulis: Sumarlin

Visited 39 times, 39 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow