KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Layanan darurat Call Center 112 Kota Kendari mencatat tingginya aktivitas pengaduan masyarakat sepanjang April 2026. Dalam laporan resmi yang dirilis Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kendari, total panggilan masuk mencapai 2.230, mencerminkan meningkatnya pemanfaatan layanan publik berbasis respons cepat tersebut.
Dari jumlah itu, sebanyak 1.618 panggilan dinyatakan valid atau berkaitan dengan laporan kejadian nyata. Sementara 612 panggilan lainnya tergolong tidak valid, seperti panggilan iseng dan kosong, yang mencapai 27 persen dari total panggilan. Angka ini menjadi perhatian pemerintah dalam mendorong penggunaan layanan darurat yang lebih bijak dan tepat sasaran.
Berdasarkan data periode 1 hingga 30 April 2026, terdapat 202 tiket laporan kejadian yang berhasil diverifikasi dan diteruskan ke instansi terkait. Dari total tersebut, sebanyak 135 laporan atau sekitar 67 persen telah ditindaklanjuti, sedangkan 67 laporan lainnya masih dalam proses penyelesaian.
Gangguan listrik menjadi jenis laporan paling dominan dengan 56 kasus yang seluruhnya ditangani oleh pihak PLN. Selain itu, permintaan penebangan pohon tercatat sebanyak 26 laporan di bawah kewenangan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), serta perbaikan lampu penerangan jalan umum sebanyak 20 laporan yang menjadi tanggung jawab Dinas Perhubungan.
Sejumlah laporan lain yang cukup sering diterima meliputi gangguan ketertiban umum, pohon tumbang, hingga kondisi darurat sosial. Tingginya laporan terkait infrastruktur lingkungan menunjukkan masih adanya kebutuhan perbaikan layanan dasar di sejumlah titik dalam kota.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, menegaskan bahwa layanan 112 merupakan garda terdepan dalam menerima dan mengoordinasikan laporan masyarakat secara cepat.
“Call Center 112 ini menjadi pusat respon cepat pemerintah. Karena itu, kami terus mendorong peningkatan kualitas layanan sekaligus mengajak masyarakat untuk menggunakan layanan ini secara bertanggung jawab,” ungkapnya, Selasa (5/5/2026).
Ia menambahkan, tingginya angka panggilan tidak valid menjadi salah satu tantangan yang perlu diselesaikan bersama. Menurutnya, kesadaran masyarakat sangat menentukan efektivitas layanan darurat tersebut.
Dari sisi kinerja instansi, PLN mencatat penanganan paling optimal dengan tingkat penyelesaian 100 persen. Kinerja serupa juga ditunjukkan oleh Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan yang berhasil menuntaskan seluruh laporan yang diterima.
Namun demikian, beberapa instansi masih menghadapi tantangan dalam penyelesaian laporan. DLHK, Dinas Perhubungan, serta Dinas PUPR tercatat masih memiliki sejumlah laporan yang belum terselesaikan hingga akhir periode. Kondisi serupa juga ditemukan di beberapa wilayah kecamatan.
Secara keseluruhan, kualitas layanan Call Center 112 pada April 2026 menunjukkan tren positif dengan peningkatan sebesar 70 persen. Meski begitu, masih terdapat 30 persen aspek layanan yang perlu dibenahi, khususnya dalam percepatan tindak lanjut laporan oleh instansi terkait.
Pemerintah Kota Kendari menjadikan hasil evaluasi ini sebagai dasar untuk memperkuat koordinasi lintas sektor serta meningkatkan responsivitas pelayanan publik. Diharapkan, layanan 112 dapat semakin optimal dalam menjawab kebutuhan masyarakat serta menjaga kepercayaan publik terhadap sistem pelayanan darurat di Kota Kendari.
Penulis: Sumarlin


