KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Wali Kota Kendari Siska Karina Imran berharap kepengurusan baru Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Kendari periode 2025–2028 mampu memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Kendari dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Harapan tersebut disampaikan saat pelantikan pengurus IDI Kota Kendari yang dipimpin oleh Andi Edi Surahmat. Menurut Siska, sinergi antara organisasi profesi dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang lebih baik di daerah.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya dilakukan di rumah sakit milik pemerintah, tetapi juga mencakup rumah sakit swasta, klinik kesehatan, serta puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Kota Kendari.
“Harapannya kepengurusan IDI periode ini mampu berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah kota, terutama dalam peningkatan sumber daya manusia dan kualitas pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Siska menilai peran dokter sangat strategis dalam memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal. Karena itu, dukungan IDI dibutuhkan dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan, baik di fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun di rumah sakit rujukan.
Selain peningkatan kualitas layanan medis, pemerintah kota juga terus mendorong berbagai program kesehatan prioritas, termasuk program nasional yang dicanangkan pemerintah pusat.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah penanganan stunting. Menurut Siska, upaya penurunan angka stunting di Kota Kendari menunjukkan perkembangan positif.
Ia menyebutkan bahwa jumlah kasus stunting di Kota Kendari berhasil ditekan dari sekitar 500 kasus menjadi 462 kasus pada tahun terakhir.
“Ini menunjukkan bahwa kerja sama semua pihak, termasuk tenaga kesehatan dan organisasi profesi, mulai memberikan hasil yang baik,” katanya.
Selain itu, Kota Kendari juga mencatat capaian tinggi dalam pelaksanaan program pemeriksaan kesehatan gratis yang merupakan salah satu program strategis pemerintah pusat.
Jika target nasional ditetapkan sebesar 36 persen, pelaksanaan program tersebut di Kota Kendari telah melampaui angka tersebut dengan capaian sekitar 73 persen.
“Artinya kita sudah melampaui target nasional. Ini tentu berkat dukungan tenaga kesehatan dan seluruh pihak yang terlibat,” ujar Siska.
Sementara itu, Ketua IDI Kota Kendari Andi Edi Surahmat menjelaskan bahwa kepengurusan yang dilantik merupakan hasil Musyawarah Cabang IDI yang digelar pada Oktober 2025, di mana dirinya terpilih secara aklamasi sebagai ketua.
Ia mengatakan bahwa program kerja awal kepengurusan IDI akan difokuskan pada melanjutkan program-program yang telah berjalan sebelumnya, sekaligus memperkuat dukungan terhadap program kesehatan yang dijalankan pemerintah daerah.
“Prinsipnya kami akan mempertahankan program yang sudah berjalan dan berupaya semaksimal mungkin mendukung setiap program kesehatan Pemerintah Kota Kendari,” katanya.
Andi Edi juga mengungkapkan bahwa wali kota menitipkan pesan agar IDI turut membantu menjaga kualitas pelayanan kesehatan, termasuk dengan mengingatkan tenaga medis yang dinilai tidak menjalankan pelayanan sesuai aturan atau standar profesi.
Menurutnya, langkah tersebut bukan untuk menyalahkan pihak tertentu, melainkan demi memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan sesuai standar.
“Pesan beliau jelas, kalau ada teman sejawat yang tidak sesuai aturan dalam pelayanan, kami diminta untuk mengingatkan. Semua itu demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Melalui kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah daerah dan organisasi profesi, diharapkan sistem pelayanan kesehatan di Kota Kendari dapat terus berkembang dan memberikan layanan yang semakin berkualitas bagi masyarakat.
Penulis: Sumarlin


