KENDARI, MITRANUSANTARA.ID– Memperingati Hari Dokter Nasional sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), IDI Wilayah Sulawesi Tenggara menggelar sejumlah kegiatan, mulai dari Musyawarah Wilayah (Muswil) XI, bakti sosial, hingga IDI Run di kawasan Tugu Religi Kendari, Minggu (25/10/2026).
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para dokter untuk memperkuat solidaritas profesi sekaligus mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Ketua IDI Wilayah Sulawesi Tenggara, dr. Agus Purwo Hidayat, mengatakan peringatan tahun ini mengusung tema IDI Berkemajuan, Berbakti untuk Bangsa. Tema tersebut, menurutnya, bukan sekadar slogan, melainkan ajakan bagi seluruh dokter untuk terus berkembang dalam ilmu pengetahuan, profesionalisme, solidaritas, dan pengabdian.
Ia menegaskan, kemajuan profesi dokter tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologi maupun tingginya kompetensi, tetapi juga dari manfaat nyata yang diberikan kepada masyarakat.
“Tugas dokter bukan sekadar mengobati penyakit, tetapi juga menghadirkan harapan, menjaga martabat kemanusiaan, serta mendorong pelayanan kesehatan yang bermutu, adil, dan merata,” ujarnya.
Agus menyebutkan, IDI Sulawesi Tenggara saat ini memiliki sekitar 1.500 anggota dan telah membentuk kepengurusan cabang di 15 kabupaten/kota. Ke depan, organisasi tersebut menargetkan kehadiran IDI dapat menjangkau seluruh 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara.
Menurutnya, perluasan organisasi menjadi bagian dari upaya memperkuat persatuan dokter dan memperbesar kontribusi profesi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Sulawesi Tenggara, Muhammad Fadlansyah, menyampaikan apresiasi kepada para dokter atas pengabdian mereka dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Ia juga memaparkan sejumlah program strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara di bidang kesehatan, termasuk perluasan jaminan kesehatan agar seluruh masyarakat dapat terakomodasi dalam layanan kesehatan.
“Program lainnya adalah penyediaan ambulans laut untuk membantu masyarakat di wilayah kepulauan menjangkau fasilitas kesehatan, termasuk di daerah terpencil,” ungkapnya.
Selain itu, pemerintah provinsi merencanakan pembangunan Rumah Sakit Bahteramas delapan lantai. Menurut Fadlansyah, anggaran pembangunan telah disiapkan untuk mendukung peningkatan kapasitas pelayanan rumah sakit.
Ia berharap pembangunan tersebut mendapat dukungan berbagai pihak, mengingat kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan terus meningkat, sementara ketersediaan ruang perawatan masih menjadi tantangan.
Melalui peringatan HUT ke-76 ini, IDI Sultra berharap semangat kebersamaan, profesionalisme, dan pengabdian dokter semakin kuat. Kolaborasi antara organisasi profesi dan pemerintah juga diharapkan mampu mendukung pemerataan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.
Penulis: Sumarlin









