Penulis : Redaksi

MUNA, MITRANUSANTARA.ID – Sehari menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Muna menggelar Rapat Kerja dan Silaturahim Tahun 2026 di Raha, Minggu (16/8/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan tersebut menjadi momentum bagi jajaran PCNU Muna untuk menyatukan langkah, memperkuat konsolidasi organisasi serta menyiapkan program kerja yang semakin dekat dengan kebutuhan umat dan masyarakat.

Rapat dipimpin Ketua PCNU Muna, Dr. Albert, dengan pembahasan yang memusatkan perhatian pada penguatan struktur organisasi, penyusunan program kerja dan pembangunan sinergi antarpengurus.

Dr. Albert mengatakan, rapat kerja dan silaturahim tahun ini mengusung tema “Merawat Tradisi, Menguatkan Organisasi, Mengabdi untuk Umat dan Bangsa.” Menurutnya, tema tersebut bukan sekadar slogan, tetapi menjadi pijakan bagi NU Muna dalam melihat kembali peran dan tanggung jawab organisasi di tengah masyarakat.

“Bagi PCNU Muna, organisasi tidak cukup hanya memiliki struktur yang lengkap. Yang lebih penting adalah bagaimana struktur tersebut bergerak, saling terhubung dan mampu menerjemahkan nilai-nilai ke-NU-an menjadi kerja nyata,” ujar Dr. Albert.

Baca Juga  Dorong SDM Berkualitas, PT Vale dan Alkhairaat Resmikan Pembangunan Welding Academy

Ia menegaskan, konsolidasi menjadi salah satu perhatian utama dalam rapat kerja tersebut. Penguatan komunikasi dan kebersamaan antarpengurus dinilai penting agar setiap program dapat berjalan secara terarah dan tidak berhenti sebatas rencana di atas kertas.

“Jangan sampai organisasi hanya terlihat dalam struktur, tetapi tidak terasa dalam pengabdian. Kita ingin setiap pengurus memiliki peran, setiap program memiliki arah dan setiap gerakan NU memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Albert.

Menurutnya, penyusunan program kerja juga harus mempertimbangkan kebutuhan riil masyarakat. Program organisasi ke depan diharapkan memiliki sasaran yang jelas serta mampu memberikan manfaat dalam berbagai bidang, terutama keagamaan, sosial, pendidikan, pemberdayaan masyarakat dan penguatan kehidupan bermasyarakat.

“Ukuran keberhasilan kita bukan hanya berapa banyak kegiatan yang dilaksanakan, tetapi sejauh mana kegiatan itu memberikan manfaat. Inilah yang kita maksud dengan khidmah,” ujarnya.

Semangat silaturahim juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat, silaturahim dinilai menjadi salah satu kekuatan yang menjaga NU tetap sebagai rumah besar bagi warga Nahdliyin.

Baca Juga  Diskominfo Bontang Pelajari Pengelolaan E-Government dan Layanan Digital di Diskominfo Kota Kendari

Pertemuan antarpengurus tidak hanya menjadi ruang bertukar gagasan, tetapi juga menjadi sarana untuk merawat hubungan, membangun kepercayaan dan memperkuat ukhuwah.

“Kita ingin membangun NU Muna dengan semangat kebersamaan. Perbedaan pandangan dalam organisasi adalah sesuatu yang wajar, tetapi jangan sampai menghilangkan persaudaraan. Justru dari silaturahim dan dialog, kita menemukan jalan terbaik untuk bergerak bersama,” tutur Albert.

Ia menambahkan, tantangan masyarakat saat ini semakin kompleks. Karena itu, NU tidak cukup hanya hadir dalam ruang keagamaan, tetapi juga perlu mengambil bagian dalam berbagai persoalan sosial dan pembangunan masyarakat.

“NU harus hadir ketika masyarakat membutuhkan. Khidmah itu harus terlihat, dirasakan dan memberi manfaat. Bisa melalui pendidikan, kegiatan sosial, pembinaan keagamaan, pemberdayaan ekonomi maupun bentuk pengabdian lainnya,” katanya.

Dengan demikian, keberadaan NU di Kabupaten Muna diharapkan tidak hanya dirasakan oleh warga Nahdliyin, tetapi juga memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.

Rapat kerja yang dilaksanakan pada 16 Agustus juga memiliki makna tersendiri karena bertepatan dengan sehari sebelum bangsa Indonesia memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca Juga  Bank Sultra Butuh Tambahan Modal Rp 1,1 Triliun

Bagi PCNU Muna, momentum kemerdekaan menjadi pengingat bahwa perjuangan para pendahulu harus diteruskan melalui kerja dan pengabdian di masa kini.

“Kemerdekaan bukan hanya untuk dikenang, tetapi harus diisi dengan pengabdian. Menjaga persaudaraan, merawat kerukunan, memperkuat pendidikan, membantu masyarakat dan ikut membangun daerah adalah bagian dari cara kita mengisi kemerdekaan,” ujar Albert.

Ia berharap hasil rapat kerja tersebut dapat menjadi pijakan bagi PCNU Muna untuk memasuki fase pengabdian berikutnya dengan organisasi yang semakin solid, program yang lebih terarah dan semangat kebersamaan yang semakin kuat.

“Saya berharap setelah rapat kerja ini kita tidak hanya membawa pulang hasil pembahasan, tetapi juga membawa semangat baru untuk bekerja. Mari kita rawat tradisi, kita kuatkan organisasi dan kita hadirkan khidmah yang nyata untuk umat dan bangsa,” pungkasnya.

Laporan: Redaksi

Visited 25 times, 8 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow