KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Indonesia National Shipowners’ Association (INSA) Kendari, Nini Rianti, mendorong pengusaha pelayaran lokal agar memperoleh ruang yang lebih besar dalam mendukung aktivitas industri, khususnya sektor pertambangan dan hilirisasi nikel yang berkembang pesat di Sulawesi Tenggara.
Harapan tersebut disampaikannya saat pelantikan pengurus dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPC INSA Kendari, Selasa (30/6/2026).
Menurut Nini, besarnya investasi yang masuk ke Sulawesi Tenggara harus mampu memberikan manfaat nyata bagi perusahaan pelayaran lokal, sehingga mereka tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri.
Nini menegaskan DPC INSA Kendari merupakan satu-satunya organisasi resmi yang menaungi perusahaan pelayaran niaga nasional di Sulawesi Tenggara. Karena itu, kepengurusan yang baru berkomitmen memperkuat sinergi antaranggota sekaligus menjadikan organisasi sebagai mitra strategis pemerintah dan dunia usaha.
Mengusung tema “Memperkuat Sinergi Pelayaran Nasional untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Daya Saing Maritim Sulawesi Tenggara”, Nini mengatakan sektor pelayaran memiliki peran penting sebagai tulang punggung distribusi logistik dan penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Namun, di tengah pesatnya aktivitas industri nikel, ia menilai perusahaan pelayaran lokal masih menghadapi tantangan besar, terutama persaingan dengan perusahaan dari luar daerah yang memiliki armada dan modal lebih kuat.
“Kami berharap pemerintah dapat memberikan ruang kepada pelayaran lokal. Kalau misalnya kebutuhan kapal di kawasan industri ada sepuluh, berikan juga kesempatan kepada anggota INSA Kendari untuk mengambil bagian. Kami masih bertumbuh dan membutuhkan dukungan agar bisa berkembang bersama industri yang ada,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perusahaan pelayaran lokal juga menghadapi tekanan persaingan tarif yang cukup berat. Kondisi tersebut membuat pengusaha daerah sulit bersaing apabila tidak mendapat dukungan kebijakan yang berpihak pada pemberdayaan pelaku usaha lokal.
Menurutnya, kehadiran investasi seharusnya tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi industri, tetapi juga membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat Sulawesi Tenggara melalui sektor pelayaran.
Selain mendorong peluang usaha, INSA Kendari juga berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pelayaran melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan tenaga kerja maritim yang kompeten dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Nini mengajak seluruh anggota INSA Kendari untuk menjaga soliditas organisasi, meningkatkan profesionalisme, serta membangun kolaborasi yang lebih erat dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.
Sementara itu, Pemerintah Kota Kendari menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan sektor pelayaran sebagai salah satu penggerak utama ekonomi daerah. Pemerintah menilai kemajuan industri pelayaran akan memperkuat konektivitas, distribusi barang dan jasa, serta mendukung perkembangan sektor perdagangan, perikanan, dan industri di Kota Kendari.
Wakil Wali Kota Kendari Sudirman, menilai kemajuan dunia pelayaran akan memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat daya saing daerah.
“Pemerintah Kota Kendari memberikan dukungan penuh terhadap tumbuh dan berkembangnya dunia usaha pelayaran. Kami percaya bahwa kemajuan sektor pelayaran akan memberikan efek berganda bagi pembangunan kota yang semakin maju, modern, dan berdaya saing,” ungkap Wakil Wali Kota Kendari.
Pemerintah Kota juga berharap kepengurusan baru DPC INSA Kendari mampu menghadirkan program kerja yang adaptif, memperkuat kemitraan dengan pemerintah, serta memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan daya saing maritim Sulawesi Tenggara.
Dukungan serupa disampaikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) INSA melalui Kepala Bidang Organisasi, Kapten Zainal Hasibuan. Menurutnya, Sulawesi Tenggara memiliki peluang besar menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri pelayaran nasional seiring berkembangnya kawasan industri berbasis nikel.
Ia berharap perusahaan pelayaran lokal dapat menjadi bagian dari rantai pasok industri yang terus berkembang.
“Kehadiran industri tidak boleh hanya menghadirkan lalu lintas kapal, tetapi juga harus membuka peluang bagi perusahaan pelayaran dan tenaga kerja lokal,” katanya.
Selain itu, pemerintah juga didorong untuk membuka ruang yang lebih luas bagi penggunaan kapal dan tenaga kerja lokal sehingga manfaat investasi benar-benar dirasakan masyarakat Sulawesi Tenggara.
Penulis: Sumarlin



