Penulis : Redaksi

KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar Ramadan Fest 2026 sebagai momentum penguatan ekonomi syariah, pemberdayaan UMKM, dan percepatan digitalisasi sistem pembayaran. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sultra, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Sultra, serta berlangsung hingga 15 Maret 2026.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, Rabu (4/3/2026), menjelaskan Ramadan Fest dirancang sebagai kegiatan terpadu yang menyentuh berbagai aspek, mulai dari penguatan halal lifestyle, stabilisasi harga pangan, hingga transformasi digital.

“Ini sinergi kolaborasi antara Pemprov, Bank Indonesia, OJK, dan Bank Sultra. Ke depan, OJK juga akan memperkuat literasi keuangan syariah. Jadi ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi ada tujuan strategis yang ingin kita capai,” ujar Edwin.

Sebanyak 30 UMKM kuliner dilibatkan dalam kegiatan ini. Pemilihan sektor kuliner bukan tanpa alasan. BI ingin mendorong sertifikasi halal dan memperkuat halal value chain di Sultra. Dalam rangkaian acara, digelar sosialisasi sertifikasi halal hingga live cooking produk makanan halal.

Baca Juga  Promosi Pemanfaatan QRIS, BI Gandeng Tripelka

“Kami ingin mendukung halal lifestyle. Harapannya, UMKM yang ikut di sini sudah atau segera memiliki sertifikasi halal, sehingga daya saingnya meningkat,” jelasnya.

Selain penguatan UMKM, Ramadan Fest juga menjadi instrumen pengendalian inflasi melalui Gerakan Pangan Murah. BI bersama Pemprov telah berkoordinasi dengan 11 kabupaten/kota di Sultra untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok selama Ramadan.

“Melalui Gerakan Pangan Murah, masyarakat tidak perlu khawatir soal ketersediaan kebutuhan pokok. Kita pastikan pasokan ada dan harga tetap terjangkau,” kata Edwin.

Di sisi lain, digitalisasi menjadi fokus utama. BI mendorong pelaku UMKM menggunakan QRIS dalam setiap transaksi. Dukungan juga datang dari Bank Sultra yang menghadirkan berbagai promo dan diskon bagi pengguna transaksi non-tunai.

Tak hanya itu, BI memperkenalkan aplikasi PINTAR untuk sistem penukaran uang rupiah secara digital. Masyarakat dapat melakukan pendaftaran secara online sebelum melakukan penukaran uang di lokasi yang telah dijadwalkan.

“Kita ingin semua serba digital, termasuk penukaran uang. Jadi masyarakat mendaftar lewat aplikasi PINTAR, lalu datang sesuai jadwal. Ini lebih tertib dan efisien,” ujarnya.

Baca Juga  475 Warga Kelurahan Gunung Jati Terima Bantuan Pangan

Ramadan Fest juga diramaikan dengan berbagai lomba dan edukasi, seperti kampanye Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, serta kompetisi terkait penggunaan QRIS. Edwin menyebut kegiatan ini sebagai konsep “three in one”, yakni mendukung ekonomi, memperkuat ekosistem halal, dan mempercepat digitalisasi pembayaran dalam satu momentum.

Bank Indonesia berharap sinergi bersama Pemprov Sultra dan Bank Sultra dapat berjalan optimal hingga penutupan acara pada 15 Maret mendatang. BI pun mengajak masyarakat untuk turut meramaikan Ramadan Fest sebagai bagian dari upaya bersama menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan UMKM selama bulan suci.

Penulis: Sumarlin

Visited 11 times, 11 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow