KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Pemerintah Kota Kendari membuka peluang kerja sama strategis di bidang pengembangan sumber daya manusia dengan Putra Sampoerna Foundation. Penjajakan tersebut mengemuka dalam audiensi Head of Program Development and Guru Binar Putera Sampoerna Foundation, Juliana, bersama Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, di ruang kerja Wakil Wali Kota, Rabu (17/12/2025).
Pertemuan ini membahas berbagai skema rencana kolaborasi pendidikan yang berfokus pada peningkatan kualitas SDM secara terukur dan berkelanjutan. Wakil Wali Kota Kendari Sudirman menyambut baik inisiatif Putra Sampoerna yang dinilai memiliki pendekatan berbeda dibanding program bantuan pendidikan konvensional.
Menurut Sudirman, selama ini bantuan pendidikan cenderung bersifat umum dan sosial. Sementara konsep yang ditawarkan Putra Sampoerna Foundation lebih menekankan pada seleksi siswa, mahasiswa, maupun tenaga pendidik yang benar-benar memiliki prestasi dan potensi akademik.
Pemkot Kendari, kata Sudirman, memiliki kewenangan penuh di sektor pendidikan dasar dan menengah pertama. Meski kewenangan SMA berada di pemerintah provinsi, Pemkot tetap memberikan perhatian karena para siswa tersebut merupakan warga Kota Kendari. Selain itu, Pemkot juga menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas aparatur sipil negara (ASN).
“Banyak ASN kita yang berlatar belakang pendidikan S1 dan S2, termasuk kebutuhan mendesak untuk dokter spesialis. Kami berharap ada dukungan beasiswa yang sejalan dengan kebutuhan daerah,” ujarnya.
Sudirman menegaskan, Pemkot siap memberikan izin tugas belajar bagi pegawai yang memenuhi syarat akademik, dengan komitmen utama bahwa setelah menyelesaikan studi, mereka wajib kembali dan mengabdi di Kendari. Ia menyatakan sangat terbuka terhadap berbagai konsep beasiswa dan pengembangan SDM yang ditawarkan Putra Sampoerna Foundation.
Sementara itu, Juliana menjelaskan bahwa konsep beasiswa yang dikembangkan Putra Sampoerna Foundation menempatkan pemerintah daerah sebagai “orang tua angkat” bagi penerima manfaat. Skema ini memastikan bahwa setelah menyelesaikan pendidikan, para penerima beasiswa kembali ke daerah asal untuk membangun wilayahnya.
“Selama lebih dari 20 tahun kami menjalankan program beasiswa, konsep kembali ke daerah ini terbukti paling efektif untuk meningkatkan kualitas SDM dan standar pelayanan minimal,” kata Juliana.
Selain beasiswa, Putra Sampoerna Foundation juga menawarkan program peningkatan kompetensi guru melalui uji kompetensi dan profiling. Program ini tidak hanya menilai capaian rata-rata, tetapi memetakan kekuatan dan kelemahan guru secara detail untuk menyusun roadmap peningkatan kompetensi dalam jangka waktu tertentu.
Juliana juga memaparkan peluang program magang bagi guru dan calon kepala sekolah, baik di dalam negeri maupun luar negeri, seperti Jakarta, Yogyakarta, Kuala Lumpur, Singapura, hingga Jepang. Program tersebut dirancang berbasis kinerja dan implementasi nyata di sekolah, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Tak hanya guru, siswa SMP di Kendari juga berpeluang mengikuti program sains internasional, dengan hasil inovasi yang dapat didaftarkan sebagai hak kekayaan intelektual milik Pemerintah Kota Kendari.
Audiensi ini menjadi langkah awal menuju kerja sama yang lebih konkret antara Pemkot Kendari dan Putra Sampoerna Foundation dalam membangun SDM unggul, berdaya saing, dan berorientasi pada kebutuhan pembangunan daerah.
Penulis: Sumarlin



