KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Musyawarah Provinsi Indonesia Cycling Federation (ICF) Sulawesi Tenggara yang digelar di Kendari, Sabtu (14/3/2026), menetapkan Muh. Mirad sebagai Ketua ICF Sulawesi Tenggara periode 2026–2030. Ia terpilih secara aklamasi oleh peserta musyawarah yang terdiri dari perwakilan pengurus kabupaten/kota serta klub sepeda di daerah.
Sidang pemilihan dipimpin oleh pimpinan sidang yang terdiri dari Sukrianto, Mail, dan Mariana. Penetapan Mirad sebagai ketua menandai babak baru kepengurusan organisasi olahraga sepeda di Sulawesi Tenggara.
Dalam sambutan usai terpilih, Mirad menegaskan bahwa kepemimpinan organisasi tidak bisa berjalan tanpa dukungan kuat dari pengurus kabupaten/kota. Menurutnya, pengurus provinsi hanya berperan sebagai penghubung antara pengurus daerah dengan pengurus pusat.
“Kalau mau bicara ke depan, saya tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan pengurus kabupaten. Kita ini hanya penyambung antara pengkab, pengprov, dan pengurus pusat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa langkah awal yang akan dilakukan adalah membenahi struktur organisasi di tingkat provinsi. Setelah struktur kepengurusan lebih ramping dan efektif, pembenahan akan dilanjutkan hingga ke tingkat kabupaten/kota.
Menurut Mirad, kualitas pengurus di daerah menjadi faktor penting dalam pengembangan olahraga sepeda. Karena itu, ia menekankan agar kepengurusan di tingkat kabupaten/kota diisi oleh orang-orang yang memiliki kapasitas dan komitmen nyata dalam membina atlet.
“Pengurus itu harus berisi, bukan hanya sekadar nama. Harus punya kemampuan dan komitmen untuk membina olahraga sepeda,” tegasnya.
Dalam program kerja awal, Mirad menargetkan Sulawesi Tenggara dapat mengirimkan atlet sepeda untuk mengikuti kejuaraan tingkat nasional dalam waktu dekat. Hal tersebut menjadi salah satu prioritas jangka pendek kepengurusannya.
Selain itu, ia juga menargetkan cabang olahraga sepeda dapat berpartisipasi secara maksimal pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 dengan mengirimkan atlet di beberapa nomor perlombaan.
“Target jangka pendek kita adalah mengirim atlet ke event nasional dan menyukseskan Porprov 2026. Insya Allah cabang sepeda akan ikut di beberapa nomor,” jelasnya.
Untuk jangka panjang, Mirad menekankan pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini. Ia berharap pembinaan dapat dimulai dari tingkat sekolah, mulai dari SD, SMP hingga SMA, sehingga lahir atlet sepeda yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
“Kalau kita ingin punya atlet yang kuat, pembinaan harus dimulai dari bawah. Dari sekolah-sekolah, dari anak-anak muda yang punya potensi,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Mirad juga menunjuk tim formatur yang bertugas menyusun struktur kepengurusan ICF Sulawesi Tenggara periode 2026–2030. Ia menargetkan kepengurusan baru dapat terbentuk dalam waktu dekat.
“Target kita setelah Lebaran struktur kepengurusan sudah selesai dan bisa langsung bekerja,” ujarnya.
Musyawarah Provinsi ICF Sulawesi Tenggara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat organisasi olahraga sepeda di daerah. Melalui kepengurusan baru, diharapkan pembinaan atlet dapat berjalan lebih terarah dan mampu meningkatkan prestasi olahraga sepeda Sulawesi Tenggara di berbagai ajang kompetisi.
Penulis: Sumarlin


