Penulis : Redaksi

MUNA, MITRANUSANTARA.ID – Di tengah kebutuhan besar tenaga pelaut kompeten berstandar global, Maritim Training Center (MTC) Karya Persada Muna justru menunjukkan ironi, saat mampu mencetak ribuan pelaut bersertifikat internasional, tetapi minim sokongan dari daerah sendiri.

Lembaga pelatihan ini telah beroperasi sejak 2017 dan menjelma menjadi salah satu pusat diklat maritim berstandar internasional di Indonesia. Dengan fasilitas yang memenuhi kualifikasi global, MTC Karya Persada secara konsisten melahirkan tenaga pelaut siap kerja melalui sertifikasi yang diakui dunia, namun capaian tersebut belum berbanding lurus dengan dukungan lokal.

Pimpinan MTC Karya Persada Muna, Yan Zakri Tanjung, menegaskan bahwa kualitas fasilitas menjadi faktor utama dalam penerbitan sertifikat internasional. Ia menyebut, standar sarana-prasarana adalah pintu masuk pengakuan global.

“Fasilitas itu kunci. Kalau standar terpenuhi, sertifikat internasional bisa diterbitkan dan diakui,” tegasnya.

Di bawah kepemimpinannya sejak 2025, MTC mencatat lonjakan signifikan. Sepanjang tahun itu saja, sekitar 600 sertifikat Basic Safety Training (BST) diterbitkan. Totalnya, sejak berdiri, lebih dari seribu peserta telah diluluskan.

Baca Juga  Bantuan Pangan Pemerintah Tuntas Disalurkan pada 20.213 KPM di Kota Kendari

Menariknya, peserta tidak hanya berasal dari Sulawesi Tenggara. Banyak di antaranya datang dari Pulau Jawa, ini sebuah sinyal kuat bahwa kepercayaan terhadap lembaga ini justru lebih besar dari luar daerah.

Ironisnya, sekolah-sekolah vokasi kemaritiman di Sulawesi Tenggara justru belum memanfaatkan fasilitas tersebut secara optimal.

“Yang datang banyak dari luar. Sementara dari daerah sendiri masih minim. Ini yang kami sayangkan,” ujar mantan Kapten kapal yang pernah melewati selat Hormuz hingga ke Iran ini.

Padahal, MTC Karya Persada telah mengantongi sertifikasi internasional seperti ISO 9001:2015 serta mengacu pada standar International Maritime Organization (IMO). Dengan legitimasi ini, MTC digadang-gadang berpotensi menjadi pusat pelatihan pelaut unggulan di kawasan timur Indonesia.

Yan bahkan menyebut MTC sebagai satu-satunya lembaga pelatihan maritim di Sulawesi Tenggara yang telah memenuhi standar internasional. Namun tanpa dukungan konkret dari pemerintah daerah, potensi tersebut terancam tidak berkembang maksimal.

“Harusnya ini jadi perhatian serius. Jangan sampai fasilitas sudah siap, tapi tidak dimanfaatkan,” sindirnya.

Baca Juga  Ditunjuk Jadi Ketua DPD Hanura Sulawesi Tenggara, Ini Program Fajar Ishak

Dalam konteks global, pelatihan pelaut tidak bisa dianggap sepele. Standar yang digunakan merujuk pada konvensi internasional STCW (Standards of Training, Certification, and Watchkeeping for Seafarers) 2010 yang ditetapkan IMO. Aturan ini menjadi syarat mutlak bagi pelaut yang ingin bekerja di kapal, baik nasional maupun internasional.

Empat sertifikat utama yang diterbitkan MTC Karya Persada, yakni Basic Safety Training (BST), Medical First Aid (MFA), Advanced Fire Fighting (AFF), serta Survival Craft and Rescue Boat (SCRB) dimana hal tersebut merupakan bagian dari Sertifikat Kompetensi/Profisiensi (COP) yang wajib dimiliki pelaut dan diperbarui setiap lima tahun.

“Tanpa sertifikat ini, pelaut tidak bisa bekerja. Ini bukan formalitas, tapi standar keselamatan global,” jelas Yan.

BST sendiri menjadi pintu awal bagi calon pelaut, mencakup pelatihan keselamatan dasar di berbagai jenis kapal, mulai dari niaga hingga industri pertambangan dan offshore.

Melihat fakta tersebut, MTC Karya Persada Muna sejatinya bukan sekadar lembaga pelatihan, tetapi aset strategis daerah dalam mencetak SDM maritim unggul. Sayangnya, hingga kini, dukungan yang diharapkan masih sebatas wacana.

Baca Juga  RSUD Antero Hamra Kendari Siap Layani Pasien BPJS

“Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin daerah hanya menjadi “penonton” di tengah peluang besar industri maritim global yang justru dimanfaatkan oleh pihak luar,” pungkas Yan.

Laporan: Novrizal R Topa

Visited 11 times, 12 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow