KENDARI, MITRANUSANTARA.ID – Mendukung program Kali Bersih (Prokasih) dan menjaga keseimbangan ekosistem perairan kota, Dinas Perikanan Kota Kendari menebar ratusan bibit ikan di Kali MTQ, Senin (7/7/2025) sore. Penebaran secara simbolis dilakukan oleh Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemulihan kualitas air dan edukasi masyarakat untuk menjaga lingkungan.
Kegiatan ini tak hanya menjadi simbolisasi komitmen Pemkot Kendari terhadap pelestarian lingkungan, tapi juga bagian dari program restocking, yaitu menambah populasi ikan di perairan umum yang mulai berkurang akibat pencemaran dan aktivitas manusia.
Kepala Dinas Perikanan Kota Kendari, Agus Salim, mengatakan pihaknya menebar sekitar 700 ekor bibit ikan, terdiri dari ikan nila gift dan nila merah. Kedua jenis ikan ini dipilih karena dikenal tangguh dan mampu bertahan dalam berbagai kondisi lingkungan, serupa dengan ikan mujair.
“Ini bagian dari upaya kami mendukung langsung program Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk menciptakan Kendari yang bersih dan sehat. Kami ingin menyampaikan pesan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” ujar Agus Salim saat ditemui di kantornya, Selasa (8/7/2025).

Menurutnya, inisiatif ini bukan yang pertama kali dilakukan. Sebelumnya, program serupa pernah dijalankan di Kali Lahundape, Kelurahan Kemaraya, dan terbukti efektif. Masyarakat yang melihat langsung hasilnya menjadi lebih sadar pentingnya menjaga kebersihan sungai, karena ikan-ikan tersebut menjadi potensi sumber pangan sekaligus indikator kesehatan lingkungan.
Ia berharap pendekatan ini dapat mendorong partisipasi masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan lebih peduli terhadap kualitas air di sekitar mereka.
“Kalau kondisi air terjaga dan tidak tercemar limbah atau sampah plastik, maka ikan-ikan ini bisa berkembang biak. Ini akan jadi keuntungan bersama,” tambahnya.
Agus Salim menegaskan bahwa Dinas Perikanan akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan ikan di Kali MTQ selama beberapa minggu ke depan. Jika hasilnya positif, model ini akan direplikasi di titik-titik kali lain di Kota Kendari sebagai bagian dari penguatan program Prokasih.

Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, yang hadir dalam kegiatan penebaran, mengapresiasi inisiatif Dinas Perikanan. Ia mengatakan bahwa penanganan masalah kebersihan sungai tidak cukup hanya dengan normalisasi, tetapi juga membutuhkan pendekatan kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat.
“Kita ingin masyarakat memiliki rasa memiliki terhadap lingkungannya. Kalau mereka lihat ada ikan hidup di kali, maka secara naluriah mereka akan lebih berhati-hati untuk tidak mencemari airnya. Ibu Wali Kota juga selalu mengarahkan kepada saya untuk terus memantau kebersihan Kota Kendari,” ujar wawali.
Ia berharap penebaran ikan ini menjadi pemicu untuk kampanye gaya hidup ramah lingkungan yang lebih luas, terutama di kawasan permukiman yang dekat dengan aliran kali.

Penebaran ikan ini juga menandai komitmen Pemerintah Kota Kendari dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya di bidang lingkungan hidup, pangan, dan kesehatan masyarakat. (ADV)
Penulis: Sumarlin