Penulis : Redaksi

KENDARI, MITRANUSANTARA.ID– Wali Kota Kendari, dr. Siska Karina Imran, meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memperkuat kolaborasi dalam mempersiapkan penilaian Adipura. Ia menegaskan, kebersihan kota tidak boleh hanya menjadi tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tetapi harus menjadi gerakan bersama seluruh pihak.

Arahan tersebut disampaikan Siska saat memimpin Rapat Persiapan Penilaian Adipura di Aula Samaturu, Balai Kota Kendari, Jumat (30/10/2026).

Dalam rapat itu, Siska meminta setiap penanggung jawab memahami secara terperinci lokasi tugas, indikator penilaian, serta langkah yang harus dilakukan. Koordinasi lintas sektor juga perlu diperkuat agar tidak ada pihak yang bekerja sendiri atau tidak mengetahui tanggung jawabnya.

Menurutnya, pembagian tugas harus jelas, termasuk dalam penanganan pelabuhan, terminal, pasar, taman, hingga kawasan permukiman. Dinas terkait diminta melibatkan unsur pendukung, termasuk TNI dan instansi lainnya, sesuai kebutuhan di lapangan.

“Jangan kita mau bekerja sendiri, jangan kita mau tahu sendiri. Paling enak kalau kita kompak, kita berkolaborasi, semua pasti baik-baik dan hasilnya juga bagus,” tegasnya.

Baca Juga  Dinas Pertanian Kendari Raih Penghargaan atas Kontribusi Pembinaan Warga Binaan

Siska juga menyoroti pentingnya memahami indikator penilaian pada setiap lokasi. Untuk pasar, misalnya, aspek yang diperhatikan tidak hanya kebersihan area, tetapi juga kondisi selokan, kios, lorong, pengelolaan sampah, ketersediaan sarana, pencatatan, hingga partisipasi pedagang.

Sementara itu, sektor permukiman menengah dan sederhana menjadi perhatian tersendiri. Dalam rapat tersebut, disebutkan terdapat 11 kawasan perumahan yang masuk dalam rencana penilaian. Meski demikian, Siska mengingatkan kebersihan tidak boleh terbatas pada lokasi yang menjadi objek penilaian.

Ia meminta seluruh petugas dan penanggung jawab mulai bekerja sejak awal, sehingga kondisi lingkungan tetap terjaga ketika tim penilai melakukan kunjungan. Persiapan yang dilakukan secara mendadak, menurutnya, berpotensi membuat pekerjaan semakin berat apabila kebersihan tidak dipelihara secara konsisten.

Siska menegaskan, tujuan utama gerakan kebersihan bukan sekadar memperoleh penghargaan Adipura, melainkan membangun kebiasaan masyarakat dan aparatur untuk menjaga lingkungan setiap hari.

“Tujuan akhirnya agar ini benar-benar menjadi habit kita, menjadi kebiasaan kita. Mau ada penilaian, mau tidak ada, Kendari bersih,” ujarnya.

Baca Juga  Pemprov Sultra Gelar Silaturahmi dengan Kepala Daerah Terpilih Jelang Pelantikan

Ia juga mengingatkan agar penanganan sampah tidak berhenti setelah penilaian selesai. Keberadaan tempat pembuangan sampah sementara yang kembali menumpuk di wilayah kecamatan harus dicegah melalui pengawasan dan pelayanan yang berkelanjutan.

Melalui penguatan koordinasi dan pembagian tanggung jawab yang terukur, Pemerintah Kota Kendari berharap persiapan Adipura dapat berjalan lebih efektif sekaligus mendorong terciptanya lingkungan perkotaan yang bersih, tertata, dan nyaman bagi masyarakat.

Penulis: Sumarlin

Visited 10 times, 10 visit(s) today
WhatsApp Follow WhatsApp Channel MITRANUSANTARA.ID untuk update berita terbaru setiap hari Follow