Penulis : Redaksi

KENDARI, MITRANUSANTARA.id – Sebanyak 1.246 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) menandatangani pakta integritas netralitas ASN pada pemilu dan pemilihan kepala daerah tahun 2024. Kegiatan uji berlangsung di Teporombua Kantor Balai Kota Kendari, Rabu (7/2/2024).

Penandatanganan pakta integritas diawali dengan pembacaan 4 poin ikrar tentang netralitas ASN pada pemilu dan pemilihan kepala daerah.

“Menghindari konflik kepentingan tidak melakukan praktik-praktik intimidasi dan ancaman kepada pegawai ASN dan seluruh elemen masyarakat serta tidak memihak kepada calon pasangan tertentu,” ucap ribuan P3K yang dipandu salah seorang diantara mereka.

Sementara itu Pj Wali Kota Kendari Muhammad Yusup kembali menginginkan pada para P3K untuk tetap menjaga netralitas, sebab ASN memiliki tanggung jawab sebagai pelayan publik untuk bisa menjaga marwah sebagai pengayom masyarakat yang tidak terpengaruh oleh kepentingan pribadi atau suatu kelompok tertentu, serta ASN juga tidak boleh terpengaruh sirkulasi politik, karena ASN merupakan suatu objek pengawasan tidak hanya oleh Bawaslu tapi juga oleh komisi ASN dan masyarakat umum.

Baca Juga  PT Vale Tanam Pohon di Areal Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan, Bentuk Sinergi dengan Pemda Lutim

“Semoga ini menjadi komitmen bersama untuk mewujudkan netralitas pegawai ASN dalam penyelenggaraan pemilihan umum dan bukan sekedar seremonial belaka tetapi dapat diimplementasikan dalam wujud nyata,” tegasnya.

Pj wali kota mengingatkan, jika kesuksesan pelaksanaan pemilu tidak hanya pada integritas dan profesionalisme penyelenggara dan peserta pemilu saja namun juga didukung netralitas ASN agar tercipta stabilitas politik.

Kepala BPBD Sulawesi Tenggara ini, juga meminta seluruh P3K tidak golput serta mengajak tetangga dan keluarganya untuk menggunakan hak politiknya pada pemilu 14 Februari.

Untuk diketahui Kota Kendari mendapatkan kuota P3K sebanyak 1.545, terdiri dari 1065 tenaga kesehatan (Nakes), 406 guru dan 74 tenaga teknis. Namun setelah tes P3K yang diterima tersisa sebanyak 1.246, terdiri dari 960 Nakes, 221 guru dan 65 tenaga teknis.

Visited 713 times, 1 visit(s) today